-
Dukungan warga AS terhadap perang di Iran anjlok hingga di bawah 30 persen.
-
Masyarakat menolak perang akibat kenaikan harga energi dan tingginya biaya hidup domestik.
-
DPR AS tetap menyetujui tambahan anggaran perang Iran hingga 73 miliar dolar AS.
Suara.com - Masyarakat Amerika Serikat makin gencar menentang keterlibatan militer negaranya dalam perang di Iran. Pembengkakan tagihan perang yang berimbas langsung pada krisis biaya hidup warga menjadi pemicu utama penolakan tersebut.
Hasil berbagai survei terbaru mencatat tingkat dukungan publik AS terhadap invasi militer kini merosot di bawah angka 30 persen. Tren penurunannya bahkan diprediksi bakal terus berlanjut seiring membengkaknya dampak ekonomi domestik.
Situasi ini memicu rasa frustrasi publik karena bertentangan dengan janji politik Donald Trump saat berkampanye. Kala itu, sang presiden berikrar bakal menghentikan keterlibatan AS dalam perang abadi di luar negeri.
Di saat yang sama, warga harus menanggung kenaikan harga barang dan jasa akibat melambungnya tarif energi dunia. Dikutip dari Al Jazeera, lonjakan harga minyak mentah secara global langsung menghantam daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Penolakan masyarakat juga dipicu oleh terus bertambahnya jumlah prajurit yang gugur di medan tempur. Kedatangan jenazah para tentara di Pangkalan Angkatan Udara Dover pada Rabu lalu makin mempertegas duka publik.
Di tengah kepedulian atas keselamatan pasukan, beban finansial tetap menjadi alasan paling krusial bagi penolakan warga. Sebagian besar masyarakat menilai operasi militer ini terlampau mahal dan membebani keuangan negara.
Rentetan argumentasi pejabat militer di Capitol Hill sepanjang minggu ini pun gagal meredam amarah publik. Menteri Pertahanan bersama Ketua Kepala Staf Gabungan terus mendesak tambahan dana untuk menyokong pertempuran.
Permintaan dana tambahan tersebut memicu polemik besar karena bertentangan dengan janji awal pemerintah. Sebelumnya, presiden sempat mengklaim bahwa konfrontasi militer di wilayah Iran hanya berlangsung singkat.
DPR AS kini telah menyetujui resolusi anggaran baru senilai hingga 73 miliar dolar AS untuk kebutuhan perang. Keputusan legislatif ini memicu kecaman karena dinilai memaksakan pengeluaran yang tidak sanggup ditanggung negara.
Baca Juga: Iran Pakai Doktrin Hukum Tertua di Dunia Balas Serangan Amerika: Mata Ganti Mata!
Konflik bersenjata di Iran kini berkembang menjadi krisis berkepanjangan yang menguras kas perserikatan. Keterlibatan militer AS yang semula dijanjikan berjalan cepat justru menyedot dana belanja negara dalam jumlah fantastis.
Eskalasi pertempuran tersebut memicu guncangan pasar energi global yang berimbas langsung pada inflasi domestik AS. Ketidakpastian ekonomi ini akhirnya mengikis kepercayaan publik terhadap kebijakan luar negeri pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Minta Rp15 Juta Tak Kunjung Diberi, Anak di Bantul Bakar Rumah Orang Tuanya
-
Pramono Ungkap Peran PKB Antar Megawati Jadi Wakil Presiden pada 1999
-
Akademi Persib Kembali ke Final Gothia Cup 2026, Putri Tangsel City Ukir Sejarah
-
Tinggal Satu Rapat Lagi, DPR Pastikan Perpres Ojol Segera Final
-
Beban Hidup Makin Susah, 70 Persen Penduduk Amerika Tolak Donald Trump Perang dengan Iran
-
Serum Viva Glowing White untuk Usia Berapa? Cuma Rp20 Ribuan, Cek Review Jujurnya di Sini!
-
7 Tips Memilih Tablet Murah yang Tahan Lama dan Berkualitas, Jangan Cuma Lihat RAM
-
Ahli Hukum: Status Tersangka Raudi Akmal Berpotensi Gugur karena Cacat Prosedur