-
Kemlu memastikan 535.897 WNI di kawasan Timur Tengah saat ini dalam kondisi aman.
-
Pemerintah telah memfasilitasi kepulangan 3.038 WNI sejak konflik pecah pada Februari lalu.
-
Rencana kontingensi dan pemantauan ketat disiapkan mengantisipasi eskalasi serangan AS dan Iran.
Suara.com - Pemerintah bergerak cepat memastikan keselamatan 535.897 warga negara Indonesia WNI yang berada di tengah medan perang Amerika Serikat vs Iran di Timur Tengah. Pasukan militer Amerika Serikat dan Iran kembali saling hantam, namun seluruh WNI dilaporkan dalam kondisi selamat.
Eskalasi pertempuran yang meluas hingga ke beberapa negara tetangga tidak melumpuhkan jalur evakuasi darurat bagi warga Indonesia. Pemerintah bahkan telah memulangkan ribuan warga ke tanah air guna menghindar dari zona bahaya pertempuran.
Skema penyelamatan massal terus dimatangkan untuk mengantisipasi potensi memburuknya konstelasi keamanan di wilayah konflik. Kedutaan besar dan konsulat jenderal Indonesia di kawasan tersebut kini berada dalam status siaga satu.
“Seluruh WNI di kawasan sejumlah 535.897 orang di negara-negara terdampak di kawasan termasuk di Iran, Lebanon, Kuwait, dan Bahrain sampai saat ini dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Diplomat Kemlu tersebut menegaskan bahwa pemantauan terhadap seluruh titik rawan ketegangan terus berlangsung selama 24 jam nonstop. Penilaian risiko keamanan dilakukan secara berkala demi menjamin keselamatan jiwa masyarakat Indonesia di perantauan.
Gelombang pemulangan warga dari zona merah pertempuran telah berlangsung secara bertahap sejak pecahnya bentrokan senjata awal tahun ini. Kerja sama erat antar-perwakilan diplomatik sukses meloloskan ribuan WNI dari ancaman rudal dan jet tempur.
Dia juga menyebutkan bahwa sejak dimulainya konflik AS-Iran pada akhir Februari lalu hingga saat ini, Kemlu dan Perwakilan RI telah memfasilitasi 3038 orang untuk kembali ke Indonesia.
Pemerintah mendesak seluruh WNI di kawasan berbahaya untuk tidak mengabaikan arahan keselamatan dari otoritas lokal maupun diplomat Indonesia. Akses komunikasi darurat dipastikan selalu terbuka bagi siapa saja yang memerlukan pertolongan cepat.
Kemlu mengimbau agar warga negara Indonesia di kawasan tersebut meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi dari otoritas setempat dan Perwakilan RI, serta menghubungi Perwakilan RI terdekat apabila berada dalam situasi darurat, kata Heni.
Baca Juga: 2 dari 6 Terduga Pembunuh Valenth Alexie Tamboto di Armenia Dipulangkan ke Indonesia
Prosedur evakuasi darurat atau rencana kontingensi telah disesuaikan dengan dinamika medan perang yang sering berubah mendadak. Seluruh posko diplomatik siap mengeksekusi skenario penyelamatan kapan pun situasi memburuk.
Heni menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan kesiapan langkah-langkah pelindungan bagi seluruh WI di kawasan, menyebutkan Perwakilan RI juga tetap siaga dengan menerapkan rencana kontingensi yang telah disusun dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Saling balas serangan militer antara Washington dan Teheran kembali membara dalam seminggu terakhir di berbagai titik strategis Iran. Pangkalan serta fasilitas militer Paman Sam di negara-negara jiran tak luput dari gempuran balasan Iran.
Pecahnya pertempuran terbuka ini melanggar komitmen gencatan senjata yang sempat disepakati kedua belah pihak beberapa bulan lalu. Ketegangan militer yang bermula sejak Februari tersebut mengancam stabilitas keamanan global dan keselamatan jutaan warga sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Stop Sebut Gen Z Manja! Mereka Cuma Mau Bekerja Tanpa Kehilangan Kewarasan
-
3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas
-
BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 92W, Masyarakat Diminta Waspada Dampaknya
-
GoldenEye Malam Ini di Trans TV: Kebangkitan Sang Agen 007 dan Debut Gemilang Pierce Brosnan
-
Roy Suryo Yakin Menang Kasus Ijazah Jokowi Usai Hakim Terima Eksepsi Dokter Tifa
-
Jangan Salahkan Ekonomi, Tanyakan Siapa yang Mengelolanya
-
Yadea Beri Sinyal Rilis Motor Listrik Baru Dalam Waktu Dekat
-
Perbandingan Spesifikasi Mobil Listrik Populer: Mending Changan Lumin atau BYD Atto 1?
-
Gedung Belum Dibangun, DPRD Usul SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Punya Punya Kelas Darurat
-
Menang di Pengadilan, Dokter Tifa Bersiap Gugat Rektor UGM Terkait Ijazah Jokowi