News / Internasional
Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:06 WIB
Tentara Rusia (DW)
Baca 10 detik
  • Rusia diduga merekrut puluhan ribu warga asing dari negara miskin untuk perang Ukraina.

  • Modus perekrutan dilakukan lewat janji gaji tinggi hingga penipuan lowongan kerja sipil.

  • Para korban dijadikan tameng hidup di garis depan pertempuran hingga memicu kecaman internasional.

Pengalaman traumatis itu meninggalkan bekas luka fisik berupa serpihan logam di kakinya yang kini memicu kecacatan permanen. Ketakutan serta cacat fisik membuat Mondol semakin kesulitan menyambung hidup di kampung halamannya.

Peneliti dari organisasi hak asasi manusia menyoroti bahwa tindakan ini memenuhi unsur pelanggaran hukum internasional. Jika perekrutan melibatkan unsur manipulasi dan eksploitasi, praktik ini dapat dikategorikan sebagai perdagangan orang.

"Target perekrutan adalah orang-orang yang hidup dalam kondisi ekonomi, sosial, dan hukum yang rentan. Caranya beragam, mulai dari iming-iming pekerjaan, penipuan, hingga pemaksaan," ujar Ilja Nusow dari FIDH.

Namun, pemerintah Rusia secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam aktivitas perekrutan ilegal warga asing. Pihak Moskow mengklaim seluruh personel asing yang bergabung bertindak atas kemauan sendiri.

"Para sukarelawan ikut serta dalam operasi militer khusus ini sepenuhnya sesuai hukum Rusia," ujar Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Meskipun Kremlin membantah, tekanan diplomatik dari berbagai negara terdampak seperti India dan Nepal terus bermunculan. Kendati ada pembatasan di beberapa wilayah, jaringan perekrutan diperkirakan terus beroperasi mencari target baru.

"Jumlah warga asing yang direkrut terus meningkat, bukan menurun," kata Nusow menegaskan tren yang masih berlangsung.

Perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan menciptakan krisis kebutuhan personel militer dalam jumlah besar bagi pasukan Moskow. Untuk menghindari mobilisasi warga lokal yang berpotensi memicu gejolak politik dalam negeri, strategi perekrutan dialihkan ke luar negeri.

Badan Intelijen Militer Ukraina (HUR) mencatat lebih dari 27 ribu warga asing telah masuk dalam skema tempur Rusia. Diperkirakan belasan ribu warga dari kawasan berkembang akan terus diserap hingga akhir tahun ini melalui berbagai saluran informal.

Baca Juga: Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?

Load More