News / Nasional
Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:51 WIB
Logo Institut National du Service Public (INSP).
Baca 10 detik
  • Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur serta Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia pada 22 Juli 2026 di Istana Negara.
  • Konsep URI terinspirasi dari Institut National du Service Public di Prancis.
  • INSP tergolong masih relatif baru dalam bentuknya yang sekarang. 

Suara.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk dan memperkenalkan Universitas Republik Indonesia (URI).

Pembahasan soal URI ramai disorot usai Prabowo melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur URI.

Keduanya dilantik pada Rabu (22/7/2026) di Istana Negara.

Dalam laman resmi universitas, dijelaskan bahwa konsep URI mengacu pada sejumlah negara yang telah memiliki lembaga pendidikan khusus bagi calon pejabat negara.

Disebutkan salah satu contoh utamanya adalah Institut National du Service Public (INSP) di Prancis.

"Melalui model ini, calon pimpinan dididik tidak hanya pada aspek akademis mutakhir, tetapi juga pembentukan karakter, etika, serta wawasan kebangsaan yang utuh," demikian penjelasan dalam laman URI.

Lantas, apa itu INSP yang menjadi inspirasi dibentuknya URI?

Mengenal INSP di Prancis

Institut National du Service Public (INSP) adalah lembaga pendidikan tinggi kedinasan di Prancis yang bertugas merekrut, mendidik, dan melatih para pejabat sipil tingkat atas (top civil servants) bagi pemerintahan Prancis.

INSP memiliki kantor pusat yang berada di Strasbourg dan memiliki cabang di Paris.

Baca Juga: Mensesneg Ungkap Rencana Pembangunan 10 Universitas Republik Indonesia, Lahan Sedang Dicek

INSP tergolong masih relatif baru dalam bentuknya yang sekarang. Lembaga ini resmi berdiri pada 1 Januari 2022 di bawah kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron.

Mengutip laman resminya, INSP merupakan bentuk reformasi total atas lembaga pendahulunya yang sangat legendaris, yaitu École Nationale d'Administration (ENA) yang berdiri pada 1945.

Selama puluhan tahun, ENA mencetak jajaran presiden Prancis (seperti Emmanuel Macron, François Hollande, dan Jacques Chirac), para perdana menteri, serta jajaran eksekutif korporasi besar.

Namun, ENA dulunya kerap dikritik karena didominasi oleh kalangan elite perkotaan. Reformasi menjadi INSP dilakukan untuk meruntuhkan kesenjangan.

Di sisi lain demi memastikan seleksi birokrasi berlangsung lebih inklusif berbasis meritokrasi.

Sebagai pusat pendidikan teknokrat dan pimpinan negara, INSP memiliki lima misi atau pilar utama, yaitu rekrutmen, pelatihan awal, pendidikan berkelanjutan, riset kebijakan, dan jejaring internasional.

Load More