News / Internasional
Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:50 WIB
Ilustrasi Kapal Tempur Amerika Serikat Saat Menyerang Markas Houthi, Yaman (militarytoday.com)
Baca 10 detik
  • Koalisi militer Arab Saudi menyerang wilayah Hudeida, Yaman, pada Jumat malam, 24 Juli 2026.
  • Serangan udara tersebut menargetkan basis angkatan laut Houthi sebagai respons atas blokade kapal dagang.
  • Akibat serangan tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka dan fasilitas telekomunikasi dikabarkan terkena pemboman.

Suara.com - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke wilayah yang dikuasai kelompok Houthi di Provinsi Hudeida, Yaman, Jumat malam (24/7/2026) waktu setempat.

Serangan ini dilakukan sebagai respons atas blokade laut dan serangan terhadap kapal-kapal dagang Saudi di Laut Merah.

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyebut operasi tersebut sebagai langkah yang proporsional.

Ia juga memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan dari Houthi akan dibalas dengan tindakan militer tambahan.

Koalisi menyatakan telah menargetkan objek militer yang sah, termasuk basis angkatan laut di Hudeida dan kamp militer di Pulau Kamaran.

Jubir militer tentara Houthi Yaman Yahya Saree sebut Iran bakal kalahkan AS dan rezim zionis Israel. Ia serukan persatuan rakyat Iran untuk melawan arogansi global. [Dok, IG simpulnet]

Serangan ini menandai eskalasi signifikan setelah sepekan ketegangan maritim yang belum pernah terjadi sejak gencatan senjata 2022.

Media yang berafiliasi dengan Houthi, Al Masirah TV, melaporkan sedikitnya dua orang terluka akibat serangan tersebut.

Mereka juga menuduh adanya pemboman terhadap fasilitas telekomunikasi dan pelabuhan Hudeida, yang merupakan jalur utama bantuan kemanusiaan.

Namun, pihak koalisi membantah telah menyerang pelabuhan. “Pelabuhan Hudeida tidak menjadi target,” tegas Al-Malki.

Baca Juga: Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba

Ketegangan meningkat setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi awal pekan ini.

Kelompok tersebut mengancam akan menyerang kapal apa pun yang dianggap terkait dengan Saudi di perairan Laut Merah.

Otoritas Transportasi Arab Saudi mengonfirmasi sebuah kapal milik kerajaan, NCC MASA, mengalami kerusakan ringan akibat serangan.

Meski demikian, kapal tersebut tetap dapat melanjutkan pelayaran setelah dinyatakan aman.

Situasi ini memicu kekhawatiran kembalinya konflik besar di Yaman yang sempat mereda sejak 2022.

Sejumlah pejabat dan analis menilai kedua pihak kini memperkuat posisi militer di garis depan yang membentang dari Laut Merah hingga perbatasan Saudi.

Upaya mediasi yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Oman masih berlangsung.

Namun, seorang diplomat Barat mengakui prospek penyelesaian damai semakin suram di tengah meningkatnya eskalasi.

Load More