Menaker Turki: Pekerja Indonesia Dikenal Jujur
Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turki, H.E. Mr. Vedat IIKHAN, menyampaikan optimisme terhadap penguatan kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Turki.
Vedat IIKHAN mengaku senang dapat kembali berada di Indonesia, yang disebutnya sebagai negara sahabat dan saudara bagi Turki. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Menteri P2MI Mukhtarudin.
"Saya merasa sangat senang dapat berada di Indonesia, negara sahabat dan negara saudara. Saya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat serta keramahtamahan yang telah diberikan kepada saya dan delegasi kami," ujar Vedat.
Dalam kesempatan itu, Vedat turut menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Vedat berharap kementerian baru tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
"Saya menyampaikan harapan agar kementerian yang baru dibentuk ini membawa manfaat bagi rakyat Indonesia, khususnya bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Saya juga mengucapkan selamat kepada Bapak Menteri Mukhtarudin, semoga sukses menjalankan amanah," cetus Menteri Vedat.
Vedat menegaskan, tahun ini menjadi momentum penting karena Indonesia dan Turki memperingati 76 tahun hubungan diplomatik. Namun menurutnya, ikatan historis kedua negara telah terjalin jauh lebih lama, bahkan mencapai sekitar empat abad.
Ia menyebut Indonesia sebagai mitra strategis Turki sekaligus negara penting di dunia Islam. Kedua negara juga memiliki kerja sama erat di berbagai forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), G20, dan MIKTA.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS
"Hubungan yang sangat baik antara Presiden Recep Tayyip Erdoan dan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting sekaligus pedoman bagi kita untuk terus memperkuat kerja sama di masa depan," ujarnya.
Vedat juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam mobilitas tenaga kerja internasional. Menurutnya, pekerja migran Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik di mata pemerintah Turki.
"Orang Indonesia dikenal sebagai pekerja yang jujur dan memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya. Dua karakter inilah yang selalu kami ingat," ujar Vedat.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan terhadap permohonan izin kerja bagi warga negara Indonesia yang akan bekerja di Turki.
"Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan pada sejumlah permohonan izin kerja yang diajukan kepada kementerian kami atas nama warga negara Indonesia. Jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu," tandas Menteri Vedat.
Menurutnya, tren tersebut menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka peluang untuk memperluas kerja sama ketenagakerjaan yang saling menguntungkan antara kedua negara.
Menutup pertemuan, kedua menteri sepakat untuk terus memperkuat kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan dan pelindungan pekerja migran melalui peningkatan komunikasi, koordinasi, serta percepatan penyelesaian pembaruan Memorandum of Understanding (MoU). Indonesia dan Turki.
Menteri Mukhtarudin dan Menteri Vedat juga berkomitmen mendorong mobilitas tenaga kerja yang aman, tertib, dan saling menguntungkan, sekaligus memperluas peluang penempatan tenaga kerja Indonesia yang kompeten di berbagai sektor sesuai kebutuhan pasar kerja Turki. ***
Berita Terkait
-
Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS
-
Transaksi Saham Melonjak! Volume Perdagangan BEI Melejit 66,88% dalam Sepekan
-
Angin Puting Beliung Lepaskan Atap, Begini Kondisi Stadion Pakansari Jelang Laga Timnas Indonesia
-
Velodrome Bergemuruh, Pelatih Reidel Toiran Puji Antusiasme Suporter Timnas Voli Indonesia
-
Persija Jakarta di Bawah Persib! Dominasi Maung Bandung di Timnas Indonesia
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Promo KPR BRI dan Pilihan Suku Bunga Berjenjang Hingga Juli 2026
-
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta
-
Saldo BRIPoin BRImerchant Mendadak Jadi 0? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI
-
Tayang 9 Oktober, Avatar: Seven Havens Hadirkan Avatar Baru Penerus Korra
-
Viral Alphard Terobos Lampu Merah, Polisi Bongkar Pelat Palsu dan Langsung Tilang Pengemudi
-
Adaptasi Perang Kargil, Operation Safed Sagar Tayang 7 Agustus di Netflix
-
Somethinc Calm Down! Skinpair Moisturizer untuk Kulit Apa? Simak Ulasan Lengkapnya di Sini
-
Harga Emas Antam Bangkit! Naik Rp 7.000 per Gram Usai Anjlok Tajam Sehari Sebelumnya
-
Demokrat Sumbar Pasang Target Rebut Kembali Kursi DPR RI yang Hilang
-
Soal Emas 74 Kg dan Uang Dikaitkan ke Febrie Adriansyah, Pengacara Don Ritto Nilai Kejagung Prematur