News / Nasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 12:27 WIB
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026). (Suara.com/Tantri Amela Iskandar)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mewisuda 1.404 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026). 

Untuk Program Lulusan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintah terdapat 1.204 orang yang lulus, IPDN juga meluluskan peserta didik Program Magister Terapan Ilmu Pemerintah sebayak 73 orang, lalu Program Doktor Ilmu Pemerintahan sebanyak 45 orang, dan Program Pendidikan Profesi Kepamongpraja sebanyak 82 orang. 

Tito mengatakan, kelulusan para praja menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika IPDN, Kementerian Dalam Negeri, serta keluarga para lulusan yang telah mendampingi proses pendidikan mereka selama bertahun-tahun.

“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi seluruh sivitas akademika IPDN dan Kementerian Dalam Negeri. Mereka telah mengakhiri perjalanan pendidikan selama empat tahun dan tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga maupun diri mereka sendiri,” ujarnya, usai acara wisuda.

Para lulusan merupakan peserta terpilih yang berhasil melewati proses seleksi yang sangat kompetitif hingga berhasil menyelesaikan pendidikan ke tahap wisuda. Setelah prosesi wisuda akademik, para lulusan akan menunggu pelantikan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan IIIA melalui skema direct entry. Kemendagri saat ini masih menunggu informasi resmi mengenai waktu pelantikan dari Istana Kepresidenan.

Tito juga mengungkapkan, banyak kepala daerah telah mengajukan permintaan agar lulusan IPDN ditempatkan di wilayah mereka. Tingginya minat tersebut tidak lepas dari kualitas pembinaan yang diterima para praja selama menempuh pendidikan.

“Lulusan IPDN bukan hanya belajar akademik dan ilmu pemerintahan, tetapi juga disiapkan jasmani, kesehatan, mental ideologi, nasionalisme, integritas, militansi, disiplin, dan lain-lain. Itu yang membuat mereka banyak diminati oleh kepala daerah,” ujarnya.

Meski banyak permintaan agar lulusan ditempatkan kembali ke daerah asal masing-masing, Kemendagri ingin para praja mendapatkan pengalaman bekerja di berbagai wilayah Indonesia agar memiliki perspektif yang lebih luas sebagai aparatur sipil negara.

“Kita ingin adik-adik ini tidak harus kembali ke daerahnya. Mereka perlu belajar melihat daerah lain di Indonesia sehingga menjadi ASN Indonesia, bukan ASN di kampungnya saja,” tegas Tito.

Baca Juga: Harris Arthur Hedar Wakaf Rumah Tahfiz, Teruskan Perjuangan Syekh Yusuf

Dengan kelulusan 1.404 praja tersebut, Kemendagri berharap para lulusan IPDN dapat menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik di seluruh daerah Indonesia. ***

Load More