News / Internasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB
Ilustrasi Tentara AS. [AFP]
Baca 10 detik
  • Komando Pusat Amerika Serikat menegaskan pemberlakuan blokade laut dengan mengalihkan dua belas kapal komersial di kawasan Teluk hingga Sabtu.
  • Pejabat tinggi keamanan Iran Mohamad Baqer Zolqadr menyatakan pihaknya akan terus melanjutkan serangan terhadap target Amerika Serikat hingga musuh menyerah.
  • Militer Amerika Serikat bersama sekutunya berhasil menembak jatuh drone bermuatan bahan peledak di wilayah Irbil, Irak utara.

Suara.com - Amerika Serikat menegaskan blokade laut terhadap Iran masih terus diberlakukan.

Militer AS bahkan berada dalam kondisi siaga maksimum di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan hingga Sabtu, sedikitnya 12 kapal komersial telah dialihkan karena mencoba melanggar blokade.

Selain itu, dua kapal lain terpaksa dinonaktifkan setelah tidak mematuhi pembatasan yang diberlakukan.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM juga mengonfirmasi pihaknya melakukan pemeriksaan langsung terhadap sejumlah kapal.

Salah satunya adalah kapal tanker M/T Charminar berbendera Komoro yang diperiksa di Laut Arab sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan.

Ilustarsi tentara AS [Brookings.edu]

Sehari sebelumnya, kapal M/T Lavine berbendera Mozambik dihentikan di Teluk Oman.

Tindakan itu diambil setelah awak kapal berulang kali mencoba menghindari blokade dan mengabaikan peringatan dari militer AS.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan menghentikan serangan terhadap target Amerika Serikat.

Baca Juga: Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

Pernyataan keras disampaikan pejabat tinggi keamanan Iran di tengah konflik yang terus memanas.

“Serangan berkelanjutan ini akan terus berlangsung hingga musuh menyerah sepenuhnya,” kata Mohamad Baqer Zolqadr, pejabat Dewan Keamanan Nasional Iran.

Situasi ini mendorong meningkatnya kewaspadaan di kawasan Timur Tengah.

Kedutaan besar Amerika Serikat di sejumlah negara bahkan telah mengeluarkan peringatan kepada warganya terkait sulitnya meninggalkan wilayah konflik.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menegaskan bahwa setiap kerusakan terhadap kapal akan ditanggung menggunakan dana Iran yang berada di bawah kendali Amerika.

“Semua kerusakan akan dibayar dari uang Iran yang kami kuasai,” ujarnya.

Load More