- Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan perdamaian dengan Amerika Serikat bergantung pada penghentian serangan Israel di Lebanon pada Minggu (26/7).
- Syarat utama Iran untuk mengakhiri perang adalah perlindungan wilayah Lebanon dan penghentian tanpa syarat agresi militer Israel.
- Konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa besar, yakni 4.329 orang di Lebanon serta 41 orang di pihak Israel.
Suara.com - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa peluang perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat bergantung pada langkah Israel menghentikan serangan militernya di Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Khamenei melalui media sosial X pada Minggu (26/7), di tengah laporan meredanya serangan dan kembali dibukanya jalur diplomasi antara Teheran dan Washington.
“Iran menetapkan perlindungan integritas wilayah Lebanon dan penghentian tanpa syarat agresi rezim Zionis sebagai syarat utama untuk mengakhiri perang yang dipaksakan,” tulis Khamenei.
Ia juga menyatakan dukungan terbuka terhadap kelompok Hizbollah, termasuk kepada mendiang pemimpinnya, Hassan Nasrallah, serta warga Lebanon selatan yang menjadi pusat serangan Israel.
“Iran menganggap pembelaan terhadap para pejuang yang tertindas namun kuat ini sebagai mandat strategis,” lanjutnya.
Situasi ini terjadi setelah Israel menginvasi Lebanon pada 2024 dan hingga kini masih menguasai sebagian wilayah selatan negara tersebut.
Meski sempat ada kesepakatan kerangka damai yang dimediasi AS pada 26 Juni, implementasinya berjalan tersendat.
Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah pendudukan, namun tanpa tenggat waktu yang jelas.
Israel disebut baru akan mundur setelah Hezbollah dilucuti, syarat yang langsung ditolak kelompok tersebut.
Baca Juga: Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
Militer Lebanon menyebut pasukan Israel masih menghambat proses penarikan, termasuk menolak keluar dari zona yang telah ditentukan.
Di lapangan, operasi militer seperti pembuldoseran, penembakan, dan patroli bersenjata berat masih terus berlangsung.
Konflik terbaru ini telah menelan korban besar.
Sedikitnya 4.329 orang tewas di Lebanon, sementara di pihak Israel tercatat 37 tentara dan empat warga sipil meninggal dunia.
Pasukan penjaga perdamaian PBB juga mencatat lebih dari 10.000 pelanggaran terhadap gencatan senjata sebelumnya oleh Israel, memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Pernyataan Khamenei muncul saat konflik kawasan meluas, termasuk meningkatnya ketegangan di Yaman akibat saling serang antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.
Berita Terkait
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin
-
Pertemuan Panas Trump-Netanyahu Pekan Depan, Perang Iran Diprediksi Makin Membesar
-
IRGC: Iran Hancurkan Pusat Data Amazon karena Dukung Intelijen Amerika
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon
-
Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan
-
4 Zodiak Pasangan Idaman Paling Tulus Menurut Astrologi Tiongkok
-
Privasi vs Transparansi: Haruskah Pasangan Saling Membuka Akses Digital?
-
Persija Tumbang dari Persebaya, Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Kelemahan Macan Kemayoran
-
Kemenbud Turun Tangan! Pertegas Dukungan untuk Balinale demi Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya