-
Polisi Jerman menembak mati Abdul Ballout, pelaku penabrakan parade Pride di Berlin.
-
Pelaku tewas saat menyerang polisi menggunakan senjata tajam di kawasan Spandau.
-
Tragedi penabrakan mobil tersebut menewaskan satu orang dan melukai 29 korban lainnya.
Suara.com - Pengejaran intensif selama 24 jam terhadap pelaku teror mematikan di pusat kota Berlin akhirnya berakhir secara drastis.
Aparat kepolisian menembak mati buronan utama yang mendalangi aksi penabrakan kerumunan massa dalam perayaan Pride Parade Gay.
Langkah tegas ini diambil saat tersangka melakukan perlawanan brutal menggunakan senjata tajam ketika hendak ditangkap.
Penindakan hukum tersebut mengakhiri ancaman bahaya dari sosok radikal yang sempat memicu ketakutan massal di ibu kota Jerman.
Insiden berdarah ini memunculkan sorotan tajam terkait efektivitas pengawasan aparat terhadap residivis kasus radikalisme.
Ibu kota Jerman mendadak mencekam setelah tersangka utama berinisial Abdul Ballout berhasil dilumpuhkan di wilayah Spandau.
Pria berkewarganegaraan Jerman keturunan Lebanon itu tewas di lokasi kejadian setelah menantang petugas yang mengepungnya.
"Sekitar pukul 18.00 (16.00 GMT), tersangka yang terlibat dalam serangan kemarin di Tiergarten ditemukan di kompleks perkebunan di Spandau," tulis kepolisian Berlin di media sosial, dikutip dari Al Jazeera, Senin pagi.
Petugas sempat berupaya memberikan pertolongan medis darurat, namun nyawa pelaku tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
"Berdasarkan temuan awal, dia berlari ke arah petugas sambil membawa senjata tajam; polisi... selanjutnya melepaskan tembakan. Meskipun ada upaya resusitasi langsung oleh Dinas Pemadam Kebakaran Berlin, dia tewas di tempat kejadian," lanjut pernyataan resmi kepolisian.
Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt mengonfirmasi bahwa pelaku memiliki riwayat kejahatan yang sangat panjang.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh bukti petunjuk mengarah kuat pada aksi terorisme berbasis paham ekstremis.
"Semua yang kita lihat di sini menunjukkan bahwa ini adalah serangan teror Islamis," ujar Dobrindt.
Tersangka diketahui pernah dijatuhi hukuman penjara tertunda atas upaya bergabung dengan kelompok radikal ISIS.
Juru bicara kepolisian Florian Nath mengondisikan pencarian skala besar sebelum pelaku berhasil ditemukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Mendagri Cap Penabrak Parade Gay Berlin Pelaku Teror, Abdul Ballout Pernah Mau Gabung dengan ISIS
-
Piala AFF 2026: Media Vietnam Bawa-Bawa Irfan Bachdim Ingatkan Kutukan Timnas Indonesia
-
Misteri Bayi Berbalut Jilbab yang Ditinggalkan di Depan Panti Asuhan di Ngawi
-
Kantor BGN Bakal Didemo Mahasiswa, Ratusan Polisi Siaga Amankan Lokasi
-
Pilihan yang Berawal dari Jarak: Menemukan Sisi Lain Jakarta Lewat Transportasi Umum
-
Mundurnya Perry Warjiyo Bayangi IHSG, Investor Diminta Waspada
-
3 Serum Viva Paling Laris di Shopee yang Ampuh Cerahkan Wajah Sesuai Review
-
2.400 Konsumen LRT City Belum Terima Apartemen, Pemerintah Diminta Turun Tangan
-
Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka
-
Stop Romantisasi Orde Baru: Membaca Ulang Krisis 1998