-
Amerika Serikat menunda rencana serangan udara berskala besar terhadap wilayah Iran.
-
Keputusan penundaan dipicu kekhawatiran krisis pasokan rudal pencegat Patriot di Timur Tengah.
-
Donald Trump mengonfirmasi kesiapan militer meski belum memberikan perintah resmi operasi terbaru.
Suara.com - Krisis pasokan amunisi pertahanan udara memaksa Amerika Serikat menahan opsi pemboman ke wilayah Iran. Keputusan penundaan ini diambil guna mencegah kelangkaan persediaan rudal pencegat di kawasan Timur Tengah.
Wilayah udara Iran mencatatkan kondisi tanpa gempuran armada tempur Amerika pada Minggu malam. Penghentian ketegangan sementara ini terjadi setelah bombardir ketat yang berlangsung selama 13 hari berturut-turut.
Penundaan operasi militer mendadak ini menjadi sinyal adanya celah krusial pada kesiapan logistik tempur Washington. Dikutip dari Middle East Monitor, pemerintah Amerika Serikat kini berada dalam posisi dilematis antara melancarkan eskalasi atau menjaga stok amunisi.
Presiden Donald Trump sebenarnya telah mematangkan rencana pengerahan kekuatan militer dalam skala massif. Potensi gempuran terbaru ini digadang-gadang bakal melampaui daya hancur pengerahan pasukan pada Operation Epic Fury.
Pernyataan mengenai rencana eskalasi militer tersebut disampaikan langsung oleh Donald Trump saat diwawancarai media Axios.
"Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kami sudah siap sepenuhnya untuk itu," kata Trump.
Keputusan akhir terkait peluncuran serangan skala penuh hingga kini masih menggantung di meja kepresidenan. Dua pejabat internal Amerika Serikat mengonfirmasi belum ada instruksi operasional baru yang diturunkan ke markas militer.
Di sisi lain, Washington membuka peluang pelibatan kekuatan sekutu utamanya di kawasan Timur Tengah. Trump mengindikasikan bahwa militer Israel siap bergabung dalam operasi gabungan tersebut dalam waktu singkat jika dibutuhkan.
Langkah mundur Amerika Serikat ini dipicu oleh kalkulasi bahaya terhadap ketahanan sistem pertahanan udara kawasan. Pertimbangan tersebut mencuat kuat dalam rapat terbatas tingkat tinggi antara Trump dan jajaran kabinet utamanya.
Baca Juga: Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
Penasihat kepresidenan memperingatkan bahwa pemaksaan serangan berisiko menguras habis persediaan rudal Patriot. Pengikisan persediaan amunisi pencegat ini dinilai sangat membahayakan posisi militer Amerika Serikat serta para sekutunya.
Penyetopan sementara ini berakar dari rentetan serangan udara tanpa henti yang dilancarkan AS selama belasan hari. Tingginya frekuensi konfrontasi sebelumnya menguras drastis cadangan amunisi strategis yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Siapa Kapten Timnas Indonesia vs Kamboja? Sosok Ini Jadi Pengganti Jay Idzes
-
2 Malam Tanpa Serangan ke Iran, Amerika Krisis Pasokan Rudal dan Senjata Makin Menguat
-
Indeks CFX10 Mulai Melesat, Bitcoin Hingga Ethereum Naik Tinggi
-
Marselino Ferdinan Absen Laga Timnas Indonesia vs Kamboja? John Herdman Bilang Begini
-
Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
-
Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku
-
Spesifkasi PC Minecraft Java Edition Naik, RAM 4 GB Tak Lagi Kuat!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba