News / Nasional
Senin, 27 Juli 2026 | 19:38 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo disebut mengundurkan diri. [Antara]
Baca 10 detik
  • Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia, memunculkan spekulasi politik mengenai pergeseran pejabat era Jokowi.
  • Ekonom UGM Yudistira menyatakan dinamika tersebut berpotensi menggerus independensi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter negara.
  • Pasar merespons negatif jika penunjukan gubernur definitif nantinya dinilai sarat campur tangan politik kekuasaan.

Namun, kata Yudistira, ujian sesungguhnya baru akan terjadi ketika pemerintah menetapkan gubernur definitif.

"Kalau ini sampai jatuh ke yang tidak kredibel, apalagi ini kalau saya lihatnya kemudian Thomas Djiwandono yang akhirnya menjadi Gubernur, nah ini kan dalam waktu setengah tahunan masuk jadi Deputi, setengah tahun kemudian jadi Gubernur. Waduh ini bisa ambrol ini nanti," tandasnya.

Apabila kemudian figur yang dipilih justru memperkuat dugaan adanya campur tangan politik, pasar akan menganggap kekhawatiran mengenai hilangnya independensi BI telah terbukti.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu tekanan terhadap rupiah, pasar saham, hingga instrumen keuangan lainnya.

"Ya, respons pasar akan negatif. Respons pasar akan negatif. Karena ya kayak tertebak 'Tuh kan! Nah kan! Nah kan!'... artinya di sini 'Nah kan, faktor politis, nah kan BI tidak independen, nah kan, nah kan' itu," ucapnya.

Menurutnya, minimnya penjelasan mengenai alasan pengunduran Perry selain alasan pribadi tersebut justru memperbesar ruang spekulasi publik.

Sekaligus memperkuat pembacaan politik di balik pergantian salah satu posisi paling strategis dalam pengelolaan kebijakan moneter Indonesia.

Load More