Pengangguran di Gaza menembus 80 persen akibat perang dan kejatuhan ekonomi secara masif.
Banyak lulusan sarjana terpaksa mengambil pekerjaan kasar demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Ruang kerja komunal menjadi tumpuan sarjana untuk mengakses internet dan pekerjaan jarak jauh.
Pakar ekonomi Palestina Mohammed Abu Jeiab menjelaskan bahwa pasar kerja Gaza sudah lumpuh sejak sebelum perang akibat blokade Israel sejak 2007. Perang saat ini memperparah kerusakan struktur sosial dan ekonomi wilayah tersebut.
“Kemunduran ini telah menyebabkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang serius, termasuk pengikisan modal manusia akibat pengangguran berkepanjangan dan hilangnya keterampilan, meningkatnya ketergantungan pada bantuan kemanusiaan ketimbang kerja produktif, meningkatnya tingkat kemiskinan, tertundanya stabilitas sosial, dan potensi meningkatnya emigrasi pekerja terampil kapan pun peluang memungkinkan,” terang Abu Jeiab.
Abu Jeiab menegaskan bahwa penanganan krisis membutuhkan rekonstruksi menyeluruh, dukungan usaha kecil, investasi teknologi, serta penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar. Namun, ketiadaan pemerintahan yang berfungsi efektif dan ketiadaan proses rekonstruksi membuat peluang kerja tetap minim.
Di tengah situasi sulit, muncul inisiatif warga seperti Peace Work Space di Deir el-Balah yang didirikan Mohammed al-Buheisi sejak Februari 2024. Tempat ini menyediakan fasilitas listrik dan internet stabil bagi para pelajar dan lulusan perguruan tinggi.
“Kami memulai dengan ruang kecil yang hanya mampu menampung sekitar 10 orang, dan secara bertahap berkembang hingga sekitar 80 orang hari ini,” jelas al-Buheisi.
“Tujuan kami selalu menyediakan lingkungan yang sesuai yang membantu siswa dan lulusan melanjutkan studi dan pekerjaan mekar dengan sarana terbaik yang tersedia,” lanjutnya.
Al-Buheisi menambahkan bahwa koneksi internet stabil sangat vital bagi generasi muda Gaza yang mencoba bertahan melalui jalur pekerjaan jarak jauh. Hal ini menjadi jembatan utama untuk menghubungkan talenta lokal dengan pasar kerja global.
“Berinvestasi dalam keterampilan teknis adalah cara paling berkelanjutan untuk menciptakan lapangan kerja,” tegas al-Buheisi.
“Jadi, sangat penting untuk fokus pada pelatihan dan pemberdayaan anak muda untuk meraih penghasilan secara online daripada hanya mengandalkan peluang lokal yang terbatas,” pungkasnya.
Baca Juga: Riset Terbaru Ungkap Dampak Teknologi AI Terhadap Pilihan Pekerjaan Gen Z
Krisis ketenagakerjaan di Gaza merupakan dampak berantai dari konflik berkepanjangan serta blokade darat, laut, dan udara oleh Israel sejak 2007. Invasi militer sejak Oktober 2023 kian menghancurkan infrastruktur ekonomi, fasilitas pendidikan, dan pemukiman warga secara masif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim