-
Seluruh WNI di Kumamoto dan Kyushu dipastikan selamat dari gempa magnitudo 7,1.
-
KBRI Tokyo imbau WNI tetap tenang serta memantau arahan resmi otoritas Jepang.
-
Militer Jepang mengerahkan ribuan personel untuk menangani dampak gempa dan risiko susulan.
Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia di Prefektur Kumamoto dan Pulau Kyushu selamat dari dampak gempa bumi magnitudo 7,1. Kepastian ini diperoleh usai Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo merangkul jejaring komunitas lokal untuk melacak keberadaan para migran.
"Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," demikian pernyataan Kemlu RI melalui rilis, Rabu (29/7/2026).
Peristiwa ini menegaskan efektivitas sistem deteksi dini dan komunikasi krisis KBRI dalam menjamin keselamatan ratusan WNI di daerah rawan bencana. Pendataan cepat ini menjadi angin segar di tengah kepanikan akibat kerusakan infrastruktur fatal yang melanda wilayah selatan Jepang tersebut.
Guna mengantisipasi dampak bahaya susulan, perwakilan diplomatik Indonesia terus memantau situasi serta mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga di lapangan.
"KBRI Tokyo juga telah mengimbau agar seluruh WNI di wilayah akreditasi untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA)," lanjut pernyataan tersebut.
Meskipun kepanikan sempat meluas akibat ancaman gelombang laut tinggi, situasi maritim saat ini telah berangsur terkendali.
"Peringatan ancaman tsunami usai gempa dan sejumlah gempa susulan juga telah dijabut oleh otoritas Jepang," tulis Kemlu RI.
Upaya pemantauan wilayah terdampak terus berlanjut guna memastikan tidak ada warga Indonesia yang terisolasi dari bantuan.
"Kemlu melalui KBRI Tokyo akan terus memantau perkembangan situasi, serta berkoordinasi dengan otoritas Jepang dan simpul komunitas WNI di wilayah Kumamoto serta Kyusu," pungkas pernyataan Kemlu RI.
Baca Juga: Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
Di sisi lain, pemerintah setempat langsung mengerahkan kekuatan militer berskala besar guna menyisir titik-titik kehancuran dari udara dan darat. Kementerian Pertahanan Jepang menyiagakan 3.600 prajurit bantuan bencana lengkap dengan 20 armada udara untuk memetakan kerusakan.
Dukungan operasional juga mengalir deras dari wilayah tetangga sejak Selasa malam demi mempercepat pencarian korban di reruntuhan. Tim penyelamat memfokuskan evakuasi pada fasilitas publik dan kawasan komersial yang hancur dihantam getaran hebat.
Ancaman bencana dinilai belum sepenuhnya berakhir mengingat karakteristik gempa dangkal yang memicu ketidakstabilan struktur tanah. Japan Meteorological Agency mengingatkan potensi guncangan susulan beserta risiko tanah longsor yang dapat terjadi hingga sepekan ke depan.
Bencana alam ini bermula ketika guncangan dangkal berdaya magnitudo 7,1 menerjang wilayah Prefektur Kumamoto di bagian selatan Pulau Kyushu pada Selasa (28/7). Lindu fatal tersebut meruntuhkan sebagian fasilitas publik, pabrik, dan pusat perbelanjaan, hingga mengakibatkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto
-
Hati Bukan Sengketa: Strategi PN Batam Utus Mediator Perempuan Tekan Kasus Perceraian
-
Serum G2G untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini Rekomendasi Terbaiknya Sesuai Review
-
Jangan Gagal Paham! Putusan MK Soal Kuota Hangus Bukan Berarti Semua Paket Abadi, Ini Penjelasannya
-
Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran
-
Riset IHDC: Indonesia Berisiko Alami Silent Cognitive Burden pada Anak
-
Sepeda Listrik Polygon Berapa Harganya? Ini 3 Rekomendasi Paling Murah dan Terbaik
-
Sidang dr Tifa Dimulai dari Nol! Jaksa Limpahkan Lagi Kasus Ijazah Palsu Jokowi ke PN Jaktim
-
Kemarau Lumpuhkan 329 Telaga Air di Gunungkidul
-
Sama-sama Diperkuat Pemain Naturalisasi, Negara Tetangga Sirik dengan Timnas Indonesia