- Menteri Agama Nasaruddin Umar belum memberikan tanggapan jelas terkait namanya yang masuk bursa calon ketua umum PBNU.
- Sekjen PBNU Gus Ipul menyatakan keputusan penerapan aturan pencalonan dan pimpinan organisasi sepenuhnya bergantung pada para peserta Muktamar.
- Gus Ipul menyebutkan sejumlah tokoh masuk bursa calon, termasuk Nasaruddin Umar, Yahya Cholil Staquf, dan beberapa kyai terkemuka.
Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar buka suara ihwal namanya yang disebut-sebut masuk bursa calon ketua umum (caketum) PBNU menjelang Muktamar NU ke-35.
Nasaruddin tidak menanggapi secara lugas saat ditanya mengenai pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU. Ia hanya memberikan dua patah kata.
"Nanti saja," kata Nasaruddin usai Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri tentang penyelenggaraan program makan bergizi gratis di Kemenko Pangan, Rabu (29/7/2026).
Nasaruddin juga tidak memberikan respons saat ditanya perihal keikutsertaannya dalam Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan I PCNU Gresik.
Melansir laman nugresik.or.id, PMKNU Angkatan I PCNU Gresik digelar pada 22–26 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di Hotel Horison GKB Gresik. Sebanyak 72 peserta dari berbagai daerah mengikuti PMKNU.
Nasaruddin juga tidak menjawab saat ditanya apakah keikutsertaannya dalam PMKNU merupakan bagian dari persiapan untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU.
Respons PBNU
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menanggapi munculnya nama Menag Nasaruddin dalam bursa calon ketua umum (caketum) PBNU menjelang Muktamar NU ke-35.
Terkait adanya aturan internal yang disebut melarang rangkap jabatan, Gus Ipul menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan para peserta Muktamar atau muktamirin.
"Nah itu tergantung Muktamirin ya. Ketentuannya sudah ada, ya kemudian apakah ketentuan itu akan diubah atau diteruskan itu semua tergantung Muktamirin," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Skema Baru Bansos Dimulai, Pemerintah Uji Penyaluran Lewat Koperasi Desa Merah Putih di 900 Titik
"Kemudian ketentuan itu akan diterapkan pada Muktamar ini atau pada Muktamar yang akan datang itu semua tentu tergantung Muktamirin," katanya menambahkan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa regulasi mengenai tata cara pencalonan dan syarat jabatan sebenarnya sudah disepakati pada Muktamar sebelumnya di Lampung.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya dinamika baru dalam Muktamar mendatang.
"Tapi kita tahu bahwa semua aturan-aturan telah disepakati di dalam Muktamar Lampung ya pada lima tahun yang lalu. Nah ke depan seperti apa ya kita belum tahu persis tetapi Jam'iyah Nahdlatul Ulama memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bisa memimpin NU di masa yang akan datang," katanya.
Sebelumnya, Gus Ipul memberikan keterangan terkait persiapan serta bursa calon Ketua Umum PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 PBNU.
Gus Ipul menyampaikan bahwa saat ini panitia tengah bekerja keras memastikan agenda besar tersebut dapat berjalan dengan baik.
Tag
Berita Terkait
-
Skema Baru Bansos Dimulai, Pemerintah Uji Penyaluran Lewat Koperasi Desa Merah Putih di 900 Titik
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
ICW Bongkar Celah Korupsi Sekolah Rakyat, Gus Ipul Janji Benahi Tata Kelola
-
PBNU Punya Jaringan Luas, Menkeu Purbaya Sebut Siap Dukung Proyek Inisiasi NU
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas