- Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah menyatakan posisi negaranya terpaut 7,1 persen dari ambang batas pendapatan tinggi Bank Dunia pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Capaian tersebut didorong ekspansi ekonomi 5,8 persen pada kuartal kedua 2026, dengan inflasi terkendali di angka 1,9 persen dan pengangguran 3,0 persen.
- Pemerintah menghadapi tantangan struktural karena 35,6 persen pekerja berpendidikan tinggi masih terjebak dalam pekerjaan di bawah tingkat keahlian mereka.
Suara.com - Malaysia menunjukkan taji dalam peta ekonomi Asia Tenggara, dengan mencatatkan kemajuan signifikan menuju status negara berpendapatan tinggi. Bahkan, pemerintah negeri jiran itu menegaskan, Malaysia tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan status 'negara maju' seperti Amerika Serikat dan China.
Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, mengungkapkan posisi negaranya saat ini hanya terpaut 7,1 persen di bawah ambang batas pendapatan tinggi yang ditetapkan oleh Bank Dunia.
Dikutip dari The Star.com, Rabu (29/7/2026), capaian tersebut didorong oleh ekspansi ekonomi yang kuat sebesar 5,8 persen pada kuartal kedua tahun ini.
Dalam peluncuran laporan OECD Economic Surveys: Malaysia 2026, Akmal Nasrullah menegaskan momentum pertumbuhan ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemerintah berkomitmen memastikan angka-angka makroekonomi ini, bertransformasi menjadi peningkatan produktivitas, penyediaan lapangan kerja berkualitas, dan kenaikan pendapatan bagi warga Malaysia.
"Ekonomi nasional mengalami pertumbuhan mencapai 5,8 persen. Di sisi lain, inflasi tetap terkendali pada angka 1,9 persen. Sementara pengangguran hanya 3,0 persen. Jadi Malaysia hanya tinggal 7,1 persen di bawah ambang batas pendapatan tinggi," kata Akmal Nasrullah.
Meskipun data menunjukkan tren positif, sang menteri mengingatkan bahwa mencapai status negara maju bukanlah sekadar mengejar angka statistik di atas kertas.
Kualitas hidup masyarakat tetap menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan ekonomi nasional.
"Benar, angka-angka ini menggembirakan. Tapi, harus dicatat, melewati ambang batas dan menjadi negara maju bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah pertumbuhan itu bisa membuat upah buruh lebih baik, bisa membuka lapangan kerja berkualitas, serta daya beli rakyat Malaysia menjadi kuat," jelasnya.
Baca Juga: Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
Tantangan 'Underemployment' dan Rejuvenasi Pendidikan
Berdasarkan data tahun 2025, Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita Malaysia naik menjadi RM57.200 atau sekitar US 13.351, alias Rp 252 juta.
Angka ini semakin mendekati ambang batas pendapatan tinggi Bank Dunia yang berada di level USD 14.375.
Untuk tahun 2026, pemerintah optimistis mempertahankan target pertumbuhan setahun penuh antara empat hingga lima persen, yang didukung oleh permintaan domestik, investasi swasta, serta sektor teknologi intensif seperti semikonduktor dan pusat data.
Namun, laporan OECD juga menyoroti tantangan struktural yang krusial: sebanyak 35,6 persen pekerja berpendidikan tinggi di Malaysia masih terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan tingkat keahlian mereka (skill-related underemployment).
Masalah ini menjadi fokus utama dalam implementasi Rencana Malaysia Ke-13 (13MP) untuk periode 2026-2030.
Berita Terkait
-
Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
-
Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai
-
Anwar Ibrahim Tak Peduli Amerika Murka Malaysia Tolak Warga Israel: Mereka Telibat Pembunuhan
-
DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer
-
Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis
-
Adolescence: Drama Kriminal yang Membongkar Sisi Gelap Remaja dan Internet
-
Beralih ke Motor Listrik: Adu Biaya Perawatan vs Motor Matic, Siapa yang Paling Bikin Dompet Happy?
-
Viral Bendera Merah Putih Terpasang Setengah Tiang Jelang HUT RI di Tasikmalaya, Ini Faktanya
-
Anak Tak Menoleh Saat Dipanggil, Kapan Orang Tua Perlu Curiga Gangguan Pendengaran?
-
5 Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Akhir Matte hingga Satin
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Dede Yusuf Ungkap 'Lingkaran Setan' Korupsi Kepala Daerah
-
Kesepakatan Dagang RI-AS Digugat, Todung Mulya Lubis Sebut Peran Kemlu Kini Sangat Minim
-
Kepercayaan Igor Tolic Dibayar Tuntas, Pemain Muda Persib Tampil Tanpa Rasa Takut