- Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah menyatakan posisi negaranya terpaut 7,1 persen dari ambang batas pendapatan tinggi Bank Dunia pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Capaian tersebut didorong ekspansi ekonomi 5,8 persen pada kuartal kedua 2026, dengan inflasi terkendali di angka 1,9 persen dan pengangguran 3,0 persen.
- Pemerintah menghadapi tantangan struktural karena 35,6 persen pekerja berpendidikan tinggi masih terjebak dalam pekerjaan di bawah tingkat keahlian mereka.
Pemerintah berencana memperkuat penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri. Program pendidikan teknis dan vokasi (TVET), Academy in Industry (AiI), serta program peningkatan keterampilan (upskilling) di sektor kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital akan diperluas secara masif.
"Ketika 35,6 persen pekerja berpendidikan tinggi tetap bekerja di pekerjaan di bawah tingkat keahlian mereka, kita tidak bisa mengukur kesuksesan hanya dari jumlah lulusan saja. Pendidikan dan pelatihan harus menghasilkan pekerjaan bernilai tinggi, produktivitas yang lebih kuat, dan upah yang mencerminkan keterampilan pekerja," tegas Akmal Nasrullah.
Reformasi Fiskal dan Efisiensi Birokrasi
Selain fokus pada sumber daya manusia, Malaysia juga menunjukkan kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan negara.
Defisit fiskal federal berhasil ditekan dari 5,5 persen terhadap PDB pada tahun 2022 menjadi 3,7 persen pada tahun 2025.
Target jangka panjang pemerintah adalah, menurunkan defisit hingga di bawah 3 persen pada tahun 2030 melalui bantuan yang lebih tepat sasaran dan pengurangan kebocoran anggaran.
"Kami telah mengurangi defisit dari 5,5 persen menjadi 3,7 persen dan menargetkan 3 persen atau lebih rendah pada tahun 2030. Konsolidasi fiskal bukan tentang menarik dukungan dari rakyat; ini tentang memastikan setiap ringgit digunakan lebih efektif untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur," jelas sang menteri.
Untuk mendorong kemudahan berbisnis, pemerintah memperkenalkan Government Service Efficiency Commitment Act 2025 atau Akta Iltizam.
Undang-undang ini menargetkan pengurangan beban regulasi yang tidak perlu sebesar 25 persen dalam waktu tiga tahun.
Baca Juga: Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
Melalui Gugus Tugas Khusus Pemudah, Kementerian Ekonomi akan meninjau proses persetujuan bisnis berdampak tinggi agar lebih transparan, prediktif, dan akuntabel.
Laporan OECD 2026 ini diharapkan menjadi referensi penting bagi Malaysia dalam mempercepat reformasi struktural, terutama di bidang digitalisasi dan ketahanan iklim, demi memastikan transisi menuju negara maju berjalan inklusif dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
-
Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai
-
Anwar Ibrahim Tak Peduli Amerika Murka Malaysia Tolak Warga Israel: Mereka Telibat Pembunuhan
-
DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer
-
Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis
-
Adolescence: Drama Kriminal yang Membongkar Sisi Gelap Remaja dan Internet
-
Beralih ke Motor Listrik: Adu Biaya Perawatan vs Motor Matic, Siapa yang Paling Bikin Dompet Happy?
-
Viral Bendera Merah Putih Terpasang Setengah Tiang Jelang HUT RI di Tasikmalaya, Ini Faktanya
-
Anak Tak Menoleh Saat Dipanggil, Kapan Orang Tua Perlu Curiga Gangguan Pendengaran?
-
5 Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Akhir Matte hingga Satin
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Dede Yusuf Ungkap 'Lingkaran Setan' Korupsi Kepala Daerah
-
Kesepakatan Dagang RI-AS Digugat, Todung Mulya Lubis Sebut Peran Kemlu Kini Sangat Minim
-
Kepercayaan Igor Tolic Dibayar Tuntas, Pemain Muda Persib Tampil Tanpa Rasa Takut