- Bentrokan antarwarga di Jalan Matraman Dalam pada Minggu pagi menewaskan satu orang dan melukai korban lainnya.
- Aparat gabungan TNI, Brimob, dan Polri memperketat penjagaan lokasi kejadian demi meredam ketegangan situasi.
- Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan koordinasi wilayah, mediasi damai, serta dukungan penuh terhadap proses hukum yang berjalan.
Suara.com - Bentrokan antara dua kelompok warga pecah di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan satu orang berinisial K (23) meninggal dunia.
Satu korban lainnya kini menjalani perawatan kritis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa bentrokan itu dipicu oleh dua pengendara motor yang membuat kebisingan di sekitar lapak pedagang.
Hingga saat ini, suasana di depan Masjid Jami Matraman masih dijaga ketat oleh aparat gabungan dari TNI, Brimob, dan Polri.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman tersebut.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan bahwa Gubernur Pramono Anung telah menginstruksikan jajaran wilayah untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak agar situasi tidak kembali memanas.
"Kami juga mendorong dialog serta mediasi yang melibatkan tokoh setempat agar permasalahan dapat diselesaikan secara damai," ujar Chico, Senin (27/7/2026).
Pemprov DKI Jakarta turut menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang tengah berjalan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Tak lupa, Pramono Anung pun menghimbau seluruh warga Jakarta untuk tetap tenang dan menahan diri.
"Tidak melakukan tindakan yang bersifat memprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan tidak merusak fasilitas umum," kata Chico.
Warga yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini diminta segera melapor kepada pihak berwajib.
Di akhir pernyataannya, Chico mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Ibu Kota.
"Mari kita jaga Jakarta bersama. Kota ini dibangun di atas semangat saling menghormati keberagaman," pungkas politisi PDIP tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
LHS 1140b, Planet Mirip Bumi yang Terbukti Memiliki Atmosfer
-
Bentrokan Pecah di Matraman, Warga Diminta Menahan Diri dan Tak Terprovokasi
-
Mengapa Mafia BBM di Sumsel Tak Kunjung Habis? Polisi Bongkar 96 Kasus dalam 7 Bulan
-
'Less Than A Lover' Puncaki Chart Musik Dunia, Jennie Perkokoh Karier Solo
-
Napi Narkoba Kabur Ada Kaitan dengan Pengungkapan Sabu di Bandara Pekanbaru
-
Toyota Berikan Rp 50 Juta Pengguna IONIQ 5 yang Bersedia Lakukan Tukar Tambah ke Model bZ
-
Daftar Pejabat Profesional Sektor Keuangan yang Mundur era Prabowo
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Di Balik Manisnya Kue Pais, Ada Kisah Ketangguhan Masyarakat Adat Tidung yang Ingin Tetap Hidup?
-
Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?