- Lindsay Clancy menjalani persidangan di Massachusetts atas kasus pembunuhan tiga anak kandungnya.
- Jurnal pribadi dan kesaksian suami mengungkapkan terdakwa mengalami depresi berat serta psikosis postpartum.
- Jaksa dan pengacara memeriksa catatan konsumsi obat psikiatri terdakwa yang memicu peristiwa Januari 2023.
Suara.com - Kasus memilukan melibaktan seorang ibu berusia 35 tahun yang membunuh tiga anak kandungnya.
Peristiwa tragis ini terjadi di Amerika Serikat. Pelaku bernama Lindsay Clancy saat ini tengah menjalani persidangan kasus yang menyita perhatian publik AS tersebut.
Pada sidang terbaru ini seperti dinukil dari NY Post, terungkap fakta baru yang mengejutkan.
Jaksa dan pengacara menghadirkan jurnal pribadi yang mencatat detail konsumsi obat psikiatri serta kondisi mental terdakwa sebelum kejadian tragis itu.
Dalam persidangan di Massachusetts, juri diperlihatkan catatan harian Clancy yang secara rinci menuliskan dosis obat dan perasaannya setiap hari.
Dalam salah satu catatan, ia menulis mengalami depresi berat meski sempat tidur cukup.
Pihak pembela menyatakan kondisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa Clancy mengalami depresi pascamelahirkan atau psikosis postpartum.
Mereka menilai terdakwa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana karena gangguan mental yang diperparah oleh kombinasi hingga 15 obat psikiatri.
Dalam sidang sempat diputar rekaman panggilan darurat 911.
Baca Juga: Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal
Rekaman berdurasi enam menit itu memperdengarkan detik-detik penemuan tiga anaknya dalam kondisi tak bernyawa.
Mantan suami Clancy, Patrick Clancy, menjadi saksi kunci dalam persidangan.
Ia menggambarkan terdakwa sebagai ibu yang sangat berdedikasi dan penuh kasih terhadap anak-anaknya.
"Dia sangat berdedikasi. Dia melakukan segalanya untuk anak-anak," ujar Patrick di hadapan juri.
Namun, ia juga mengungkap perubahan drastis pada kondisi mental Clancy sebelum kejadian.
Ia menyebut insomnia parah akibat konsumsi antidepresan membuat istrinya sulit berfungsi secara normal.
Berita Terkait
-
Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal
-
Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?
-
Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran
-
Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
-
Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0