-
Gempa M 7,1 di Kumamoto Jepang menewaskan 18 orang dan melukai 62 warga.
-
Tim SAR dan tentara fokus mengevakuasi korban terjebak di mall dan pabrik.
-
Puluhan ribu rumah warga mengalami pemadaman listrik dan krisis air bersih.
Suara.com - Tim penyelamat gabungan bertaruh dengan waktu menerobos puing-puing bangunan rubuh demi mencari korban gempa bumi M 7,1 di Prefektur Kumamoto, Jepang. Bencana dahsyat di Pulau Kyushu ini telah merenggut sedikitnya 18 nyawa dan melukai 62 warga lainnya.
Aksi pencarian berfokus pada titik kehancuran terparah di pusat perbelanjaan Aeon Mall, Kota Kashima. Gelombang guncangan meruntuhkan lantai dua mall yang sedang dipadati sekitar 3.000 pengunjung.
Ledakan gas mendadak membumbung di tengah area pertokoan sesaat setelah kepanikan evakuasi massal terjadi. Insiden seketika memicu kehancuran fatal serta merobohkan dinding struktural di lokasi tersebut.
Presiden Aeon Akio Yoshida menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah berat yang menimpa tempat usahanya. Tiga pekerja dilaporkan masih tertimbun runtuhan atap beton.
"Kami menyikapi kejadian ledakan ini secara amat serius karena telah menghilangkan nyawa-nyawa yang sangat berharga," ujar Yoshida saat membungkuk dalam pada konferensi pers, Kamis pagi.
Pusat industri di Yatsushiro turut melipatgandakan daftar panjang kerugian jiwa dan material akibat gempa. Cerobong asap raksasa milik pabrik Nippon Paper Industries runtuh menimpa area kerja para buruh.
Satu pekerja asing asal Vietnam dilaporkan tewas tertimpa derek industri di lokasi pabrik lain. Korban baru tiba di Jepang beberapa bulan lalu untuk menjalani program magang teknis.
Pemerintah daerah mengonfirmasi lima pekerja meninggal di area cerobong pabrik, sementara tujuh orang berhasil diangkat selamat. Petugas rescue masih menyisir lokasi untuk menyelamatkan empat buruh yang diyakini masih terjebak.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan seluruh instansi bergerak cepat mempercepat proses evakuasi darurat. Pasukan Militer Self Defence Forces langsung diterjunkan memperkuat barisan penanganan bencana.
Baca Juga: Rekaman Detik-detik Gempa Bumi Jepang, Video Mall AEON Kumamoto Ambruk
"Masih banyak warga menunggu bantuan evakuasi dan situasi ini benar-benar balapan melawan waktu," kata Takaichi.
Suhu panas ekstrem musim panas kini membayangi puluhan ribu penyintas di tempat-tempat pengungsian sementara. Hampir 35.000 rumah kehilangan pasokan listrik total serta 15.000 kediaman mengalami krisis air bersih.
Lebih dari 8.800 warga terpaksa mengungsi ke ratusan titik perlindungan yang disokong pendingin udara darurat. Jalur kereta cepat Shinkansen dihentikan sementara demi alasan keamanan perjalanan.
Saksi mata Kiyoshi Matsunaga (74) mengaku sangat terguncang saat menyadari dahsyatnya getaran gempa di supermarket lokal. Peristiwa teror tersebut seketika membangkitkan ingatan kelamnya pada tragedi gempa Kumamoto sepuluh tahun silam.
"Saya sangat ketakutan dan tidak bisa bergerak sama sekali," ungkap Matsunaga.
Situs bersejarah kuno abad ke-16 di distrik Nuyamazu turut luluh lantak diguncang gelombang seismik. Sepasang gerbang kuil Buddha yang baru selesai direnovasi lima tahun lalu roboh rata dengan tanah.
Pengelola kuil Yuki Kiyozumi menceritakan dahsyatnya guncangan yang membuatnya merayap di lantai rumah. Ia belum memikirkan cara mendirikan kembali struktur bangunan sakral tersebut.
"Saya bahkan tidak tahu apakah atau bagaimana kami bisa membangunnya kembali," tutur Kiyozumi.
Gempa bumi berkekuatan M 7,1 ini menghantam wilayah Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa lalu. Negara kepulauan ini memang berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang menjadikannya salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia. Kawasan Kumamoto sendiri memiliki riwayat bencana gempa mematikan pada 10 tahun lalu yang menelan 50 korban jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Lahan Sekolah Rakyat Kabupaten Landak Memenuhi Syarat, Pembangunan Ditargetkan Oktober
-
Syarat Motor Listrik Subsidi 2026: Ini Daftar Merk yang Bermutu tapi Lebih Murah dari Honda Beat
-
Wamensos Agus Jabo: Pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat akan Diproses, Bisa Tampung 2 Ribu Siswa
-
Sebut Wartawan Gerombolan Sirkus, Deddy Sitorus Terancam Dipolisikan Jika Tak Minta Maaf 1x24 Jam
-
Tak Lagi Rp10.000, Harga Saham BBCA Ditaksir Hanya Sampai Rp8.600
-
Sering Kecelakaan, Warga Desak Perbaikan Jalan di Ruas Cisaga-Rancah Ciamis
-
Prabowo Jajal Perdana KA Nusantara Explorer, Berkelakar ke Wartawan yang Mau Ikut: Bayar, Ya!
-
Ulasan Film A Beautiful Mind: Perjuangan Seorang Jenius Melawan Skizofrenia
-
RUU Kawasan Industri Segera Disahkan, Menperin Janjikan Aturan Baru yang Pangkas Hambatan Investasi
-
Ada Rival Asnawi! Aston Villa Boyong Pemain Terbaik Saat Kunjungi Indonesia