- DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI segera memperluas daya tampung SMP dan SMA negeri yang terbatas.
- Komisi E DPRD DKI menuntut penyediaan fasilitas pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus dijadikan prioritas utama.
- Pemprov DKI diminta menyusun peta jalan pembangunan agar akses dan kualitas layanan pendidikan semakin merata.
Suara.com - DPRD DKI Jakarta mengingatkan Pemprov DKI agar tidak hanya fokus menambah sekolah negeri baru untuk mengatasi krisis daya tampung.
Layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus juga diminta menjadi prioritas agar tidak tertinggal dalam pembangunan sektor pendidikan.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Raden Gusti Arief Yulifard mengatakan, pembangunan sekolah baru harus dibarengi dengan penguatan pendidikan inklusif.
Menurutnya, jumlah sekolah yang mampu melayani anak berkebutuhan khusus hingga kini masih jauh dari kebutuhan masyarakat.
Dorongan tersebut muncul di tengah kembali mencuatnya persoalan terbatasnya daya tampung SMP dan SMA negeri pada tahun ajaran baru.
Gusti menilai pembangunan pendidikan tidak cukup hanya menambah ruang kelas.
Pemerintah juga harus memastikan seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Fasilitas pendidikan inklusif juga harus menjadi prioritas,” kata Gusti, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Selain menyoroti layanan pendidikan inklusif, Gusti mengatakan keterbatasan kapasitas sekolah negeri masih menjadi keluhan utama masyarakat yang ia temui saat masa reses.
Baca Juga: Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan
“Keluhan terbesar warga adalah daya tampung SMP dan SMA negeri yang masih terbatas,” beber Gusti.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan penambahan sekolah negeri tidak lagi bisa ditunda.
Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI segera menyusun roadmap pembangunan sekolah negeri sebagai acuan pengembangan pendidikan di Jakarta.
Dengan adanya perencanaan yang jelas, Gusti berharap akses pendidikan dapat semakin merata sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh warga, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri: Tak Semua Rumah Menjadi Tempat Pulang
-
Rekam Jejak Mantan Wakapolri Oegroseno, Pernah Dicopot karena Lawan Arus
-
Persija Babak Belur di Piala Presiden 2026, STY Ucap Begini Saat Disinggung Kans vs Persib
-
4 Cleanser Zinc PCA, Bersihkan Kotoran Kulit Berminyak Tanpa Bikin Ketarik
-
Relokasi Pabrik Perusahaan Global Lagi Jadi Tren, Indonesia Punya Peluang Tarik Investasi
-
Pemuda Pringsewu Mencuri iPhone 13 Pro Milik Sahabat Lalu Dijadikan Kado ke Kekasih
-
Viral Pria di Deli Serdang Digeruduk Warga, Diduga Nistakan Agama Lewat Medsos
-
Ngaku Baru Tahu Negara Bocor Setelah Jadi Presiden, Prabowo Dinilai Cuma Omon-omon Tanpa Solusi
-
CEO Grammy Tanggapi BTS yang Putuskan Tak Ajukan Lagu ke Ajang Penghargaan
-
Berbeda dengan Persib, Nasib Persija di Piala Presiden 2026 di Ujung Tanduk