News / Metropolitan
Kamis, 30 Juli 2026 | 11:05 WIB
Ilustrasi-Pembangunan gedung baru SDN Cipete Utara 01 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, molor hampir setahun dan viral di media sosial. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Baca 10 detik
  • DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI segera memperluas daya tampung SMP dan SMA negeri yang terbatas.
  • Komisi E DPRD DKI menuntut penyediaan fasilitas pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus dijadikan prioritas utama.
  • Pemprov DKI diminta menyusun peta jalan pembangunan agar akses dan kualitas layanan pendidikan semakin merata.

Suara.com - DPRD DKI Jakarta mengingatkan Pemprov DKI agar tidak hanya fokus menambah sekolah negeri baru untuk mengatasi krisis daya tampung.

Layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus juga diminta menjadi prioritas agar tidak tertinggal dalam pembangunan sektor pendidikan.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Raden Gusti Arief Yulifard mengatakan, pembangunan sekolah baru harus dibarengi dengan penguatan pendidikan inklusif.

Menurutnya, jumlah sekolah yang mampu melayani anak berkebutuhan khusus hingga kini masih jauh dari kebutuhan masyarakat.

Dorongan tersebut muncul di tengah kembali mencuatnya persoalan terbatasnya daya tampung SMP dan SMA negeri pada tahun ajaran baru.

Kondisi gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik usai videonya viral di media sosial. (Suara.com/Adiyoga)

Gusti menilai pembangunan pendidikan tidak cukup hanya menambah ruang kelas.

Pemerintah juga harus memastikan seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Fasilitas pendidikan inklusif juga harus menjadi prioritas,” kata Gusti, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Selain menyoroti layanan pendidikan inklusif, Gusti mengatakan keterbatasan kapasitas sekolah negeri masih menjadi keluhan utama masyarakat yang ia temui saat masa reses.

Baca Juga: Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan

“Keluhan terbesar warga adalah daya tampung SMP dan SMA negeri yang masih terbatas,” beber Gusti.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan penambahan sekolah negeri tidak lagi bisa ditunda.

Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI segera menyusun roadmap pembangunan sekolah negeri sebagai acuan pengembangan pendidikan di Jakarta.

Dengan adanya perencanaan yang jelas, Gusti berharap akses pendidikan dapat semakin merata sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh warga, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Load More