- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 .
- Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah rehabilitasi sekolah tahun 2026 dari tujuh menjadi 11 bangunan dengan anggaran Rp249 miliar.
- Pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ditargetkan mulai September 2026 menggunakan dana Kejadian Luar Biasa dan APBD Perubahan.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan jumlah sekolah yang direhabilitasi tahun ini bertambah dari tujuh menjadi 11. Keputusan itu diambil setelah kondisi sejumlah sekolah rusak, termasuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09, menjadi sorotan publik.
Kepastian itu disampaikan Pramono saat meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Awalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 22 sekolah direhabilitasi pada 2026. Namun, rencana tersebut terpangkas akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran sehingga hanya tujuh sekolah yang mendapat alokasi dana.
"Jadi 22 itu sebenarnya diagendakan untuk dimulai pembangunannya sekarang ini, 2026. Karena ada pemotongan DBH, sehingga tujuh yang dibangun diprioritaskan," ungkap Pramono.
Setelah kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ramai diperbincangkan, Pemprov DKI memutuskan menambah empat sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan mendesak.
Empat sekolah tersebut ialah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN dan TKN Papanggo 01.
"Total anggaran kurang lebih Rp249 miliar," papar Pramono.
Dengan penambahan tersebut, total sekolah yang direhabilitasi pada 2026 menjadi 11 sekolah. Sementara 11 sekolah lainnya dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun depan.
Untuk mempercepat pelaksanaan proyek, Pemprov DKI memanfaatkan dana Kejadian Luar Biasa (KLB) dan APBD Perubahan. Langkah itu dipilih karena proses penganggaran melalui APBD reguler dinilai memerlukan waktu lebih lama.
Baca Juga: Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas
Pramono menargetkan pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dimulai pada September 2026 dengan waktu pengerjaan sekitar 10 bulan.
"Agustus persiapan penghapusbukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini," pungkas Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan
-
4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
-
11 Sekolah Rusak di Jakarta Direhab, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Masuk Prioritas
-
GT80 Motor Listrik Bergaya Touring dengan Jarak Tempuh 190 KM
-
Bukan Cuma Soal Injeksi, Ini Rahasia di Balik Hasil Perawatan Estetika yang Terlihat Natural
-
5 Rekomendasi Hand Cream untuk Tangan Halus, Lembut, dan Bebas Kering
-
Adian Napitupulu Dorong Negara Tuntaskan Persoalan Petani Sebelum Mengejar Peningkatan Produksi
-
Kemendagri dan KPK Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi di Daerah, Siapkan Pembekalan di 10 Wilayah
-
Asing Lepas BMRI Rp639 Miliar, BBRI Justru Jadi Buruan
-
Bola di Tangan Pemerintah! Putusan MK Soal Kuota Tak Hangus Tak Berguna Tanpa Aturan Pelaksana