News / Metropolitan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:04 WIB
Penebangan pohon di sisi kanan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 pada Rabu (22/7/2026). [Suara.com/Adiiyoga]
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 .
  • Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah rehabilitasi sekolah tahun 2026 dari tujuh menjadi 11 bangunan dengan anggaran Rp249 miliar.
  • Pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ditargetkan mulai September 2026 menggunakan dana Kejadian Luar Biasa dan APBD Perubahan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan jumlah sekolah yang direhabilitasi tahun ini bertambah dari tujuh menjadi 11. Keputusan itu diambil setelah kondisi sejumlah sekolah rusak, termasuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09, menjadi sorotan publik.

Kepastian itu disampaikan Pramono saat meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Awalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 22 sekolah direhabilitasi pada 2026. Namun, rencana tersebut terpangkas akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran sehingga hanya tujuh sekolah yang mendapat alokasi dana.

"Jadi 22 itu sebenarnya diagendakan untuk dimulai pembangunannya sekarang ini, 2026. Karena ada pemotongan DBH, sehingga tujuh yang dibangun diprioritaskan," ungkap Pramono.

Kondisi gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik usai videonya viral di media sosial. (Suara.com/Adiyoga)

Setelah kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ramai diperbincangkan, Pemprov DKI memutuskan menambah empat sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan mendesak.

Empat sekolah tersebut ialah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN dan TKN Papanggo 01.

"Total anggaran kurang lebih Rp249 miliar," papar Pramono.

Dengan penambahan tersebut, total sekolah yang direhabilitasi pada 2026 menjadi 11 sekolah. Sementara 11 sekolah lainnya dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun depan.

Untuk mempercepat pelaksanaan proyek, Pemprov DKI memanfaatkan dana Kejadian Luar Biasa (KLB) dan APBD Perubahan. Langkah itu dipilih karena proses penganggaran melalui APBD reguler dinilai memerlukan waktu lebih lama.

Baca Juga: Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas

Pramono menargetkan pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dimulai pada September 2026 dengan waktu pengerjaan sekitar 10 bulan.

"Agustus persiapan penghapusbukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini," pungkas Pramono.

Load More