- Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus diduga mengusir dan mengejek jurnalis saat hendak meliput rapat, Kamis (30/7/2026).
- Komisi II DPR RI menggelar rapat masa reses bersama Kemendagri dan kepala daerah untuk mengevaluasi skema keuangan daerah.
- Rapat tersebut difokuskan pada kebijakan Transfer Keuangan Daerah guna menjaga stabilitas fiskal dan mengatasi beban anggaran PPPK.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus diduga melecehkan rombongan jurnalis yang hendak meliput rapat dengar pendapat antara komisi itu dengan Kementerian Dalam Negeri, Kamis (30/7/2026).
Deddy mengusir wartawan yang berada di pinggiran ruangan untuk meliput, dan menyebut mereka "seperti rombongan sirkus."
"Jangan di sini, seperti sirkus saja, tolong ke atas semuanya," kata Deddy.
Kontan saja pengusiran serta ejekan tersebut membuat jurnalis kesal, dan mencoba mempertanyakan alasan Deddy berbuat hal tersebut.
Hari ini, Komisi II DPR memang masih menggelar rapat meski dalam masa reses. Ketua Komisi II Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, agenda rapat kali ini adalah memanggil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Pertemuan krusial ini diagendakan untuk membedah ulang skema keuangan daerah yang dinilai perlu segera dievaluasi, terutama terkait nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang anggarannya mulai membebani daerah.
Dia menegaskan, langkah ini telah mendapatkan restu dari pimpinan DPR RI. Urgensi dari rapat ini adalah untuk memastikan bahwa stabilitas fiskal di tingkat daerah tetap terjaga, meskipun kondisi ekonomi global sedang memberikan tekanan yang cukup hebat terhadap kas negara maupun daerah.
"Kami atas arahan serta persetujuan pimpinan DPR, pada masa reses ini memang mengadakan RDP dan RDPU dengan Mendagri Tito Karnavian serta kepala daerah seluruh Indonesia," kata dia.
Fokus pertama yang akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tersebut adalah mengenai kebijakan Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Baca Juga: Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
Menurut Rifqinizamy, tidak semua daerah memiliki kemampuan finansial yang sama. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan atau klasterisasi yang lebih detail untuk menentukan daerah mana yang berhak mendapatkan kelonggaran atau relaksasi kebijakan.
Pemerintah pusat melalui Kemendagri diharapkan mampu memberikan formula yang adil, sehingga daerah-daerah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pusat tidak mengalami kelumpuhan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Berita Terkait
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
DPR Kritik 'ASN Tak Kerja', Netizen Kuliti Jejaknya: Diduga Pakai Ijazah Palsu
-
Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi
-
Panja Belum Bentuk, Komisi II DPR 'Diam-diam' Bahas 28 DIM RUU Pemilu
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
New York Groceries, Koperasi Desa Ala Amerika Punya Tujuan Jelas, Harga Hemat dan Bermanfaat
-
Jatim Media Summit 2026: Menkraf Sebut Jatim Punya Modal Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional
-
Anggota DPR Deddy Sitorus Usir Wartawan yang Liputan, Sebut 'Kalian Rombongan Sirkus'
-
El Nino Tahun Ini Diperkirakan Terkuat dalam 150 Tahun Terakhir, Apa Dampaknya?
-
Prabowo Jajal Kereta Mewah Nusantara Explorer, Intip Kemewahan Luxury Sleeper Train Buatan KAI
-
Honda Banting Harga Cicilan Brio Cuma Rp1 Juta di GIIAS 2026
-
Pilot Malaysia Tertangkap Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soetta, Disimpan dalam Koper Kru
-
Cara Pandang Gen Z pada Dunia Kerja Bergeser, IPK Tinggi Bukan Lagi Jaminan
-
Jadi Juri NUSANTARA SPOTLIGHT 2026, Bunga Jelitha Tekankan Pentingnya Attitude Bagi Model
-
Justin Hubner Dilarang Fortuna Sittard Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026,