- Pernyataan anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus soal "kayak sirkus" dianggap melecehkan oleh wartawan.
- Koordinatoriat Wartawan Parlemen menilai ucapan tersebut merendahkan profesi wartawan dan menuntut Deddy menyampaikan permintaan maaf.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus diduga melecehkan rombongan jurnalis yang hendak meliput rapat dengar pendapat antara komisi itu dengan Kementerian Dalam Negeri, Kamis (30/7/2026).
Semuanya berawal saat sejumlah wartawan meliput rapat Komisi II di gedung DPR, persisnya saat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hadir.
Saat itulah, sejumlah wartawan berupaya mendokumentasikan peristiwa itu hingga masuk dalam ruang rapat yang sebelumnya tertutup.
Tak lama, Deddy yang ada di dalam ruang rapat memberikan tanggapan dan mengucap kata "kayak sirkus".
Deddy juga mengucapkan "ke atas semua" seperti memberikan arahan ke wartawan untuk pindah ke balkon.
Kata-kata Deddy tersebut memunculkan keberatan dari komunitas wartawan yang meliput di DPR, yakni Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).
Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP Erwin Syahputra mengatakan, ucapan Deddy itu bernada merendahkan. Dia meminta Deddy meminta maaf.
"Hari ini kami merasa dihina, dilecehkan anggota DPR. Di mana, saat acara liputan tadi, rapat agenda itu terbuka, boleh untuk diliput. Tapi, tindakan dan ucapan Saudara Deddy Sitorus, yang menyatakan kami wartawan ini seperti gerombolan sirkus, kami anggap pelecehan," kata Erwin dalam konferensi pers pada hari yang sama.
----------------------
Catatan Redaksi: Kami menyunting judul dan isi artikel ini pada hari Jumat (7/8/2026) pada Pukul 18.44 WIB, setelah menerima surat hak jawab serta koreksi Deddy Sitorus yang diwakilkan oleh Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Pusat PDI Perjuangan, bernomor 039/EX/DPP/VIII/2026.
Kami, pada hari yang sama dengan penerbitan artikel ini, sebenarnya sudah mengonfirmasi Deddy Sitorus dan menayangkannya dalam artikel berjudul "Bantah Hina Wartawan, Begini Klarifikasi Deddy Sitorus Soal Ucapan 'Sirkus' di Ruang Rapat."
Untuk hak jawab dan koreksi Deddy Sitorus, bisa dibaca pada tautan ini: "Hak Jawab dan Koreksi Deddy Sitorus soal Artikel Suara.com."