News / Nasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:58 WIB
Masyarakat memanfaatkan penyeberangan jalan (pelican crossing) pengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Kamis (30/7/2026). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)
Baca 10 detik
  • Sudinhub Jakarta Selatan meresmikan pelican crossing di Jalan Kapten Tendean pada Kamis, 30 Juli.
  • Fasilitas pengganti JPO tersebut dibangun untuk melayani 874 pejalan kaki yang menyeberang setiap jamnya.
  • Petugas dikerahkan di lokasi untuk mengarahkan pengendara dan membantu kelancaran penyeberangan warga.

Di sisi lain, para pengendara mulai menyesuaikan diri dengan berhenti saat lampu penyeberangan menyala merah, meski tak sedikit yang mengaku baru mengetahui adanya perubahan fasilitas dari JPO ke pelican crossing tersebut.

Salah satu warga yang juga pekerja proyek di area sekitar, Oki, mengaku sangat terbantu. Baginya, fasilitas ini mempermudah mobilitas di tengah padatnya arus lalu lintas Tendean.

"Senang adanya pelican crossing. Harapannya setiap pagi atau siangnya ada petugas biar menyeberangnya lancar, sebelum ada jembatan lagi gitu," ungkap Oki.

Urgensi Penyeberangan di Jalur Padat

Keputusan pemasangan pelican crossing ini bukan tanpa alasan. Data dari Dishub DKI Jakarta menunjukkan betapa krusialnya jalur ini. Volume lalu lintas di Jalan Kapten Tendean mencapai 2.579 kendaraan per jam, sementara jumlah pejalan kaki yang menyeberang tercatat sebanyak 874 orang setiap jamnya.

Bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi bekas JPO Tendean, kini terdapat tiga titik penyeberangan yang bisa digunakan, yaitu:

  • Pelican crossing di depan Ayam Goreng Suharti (jarak 383 meter).
  • JPO di depan Gerbang Tol Bina Marga (jarak 718 meter).
  • Zebra cross di U-turn Simpang Gotri (jarak 364 meter).

Dengan adanya fasilitas baru ini, Pemprov DKI berharap masyarakat dapat memanfaatkannya dengan bijak serta bersama-sama menjaga fasilitas umum demi keselamatan bersama di jalan raya.

Load More