-
Singapura mengucurkan paket bantuan 900 juta dolar untuk meredam lonjakan harga energi global.
-
Bantuan menyasar rumah tangga lewat voucher CDC dan hibah tunai untuk 160.000 UMKM.
-
Kebijakan ini melengkapi total subsidi 2 miliar dolar guna menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Suara.com - Pemerintah Singapura menggelontorkan paket bantuan tambahan sebesar 900 juta dolar Singapura atau setara Rp10,7 triliun untuk meredam dampak lonjakan harga energi global. Bantuan ini mencakup alokasi voucher CDC sebesar 300 dolar Singapura atau Rp 4,2 juta untuk setiap rumah tangga serta potongan tagihan listrik tambahan pada Oktober 2026 dan Januari 2027.
Selain itu, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) serta pedagang pasar tradisional juga menerima hibah tunai dan subsidi sewa. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian situasi geopolitik di Timur Tengah yang terus menekan biaya hidup masyarakat dan operasional bisnis.
Menteri Keuangan Kedua Singapura Jeffrey Siow mengumumkan paket subsidi tersebut dalam konferensi pers di gedung Treasury pada 29 Juli. Skema ini melengkapi bantuan sebelumnya untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dari tekanan inflasi impor.
"Dunia telah terhindar dari skenario terburuk berupa eskalasi lebih lanjut dan gangguan pelayaran yang parah di Teluk Persia. Namun situasinya tetap rapuh, dan gencatan senjata yang bertahan lama antara Amerika Serikat dan Iran terbukti sulit dicapai," kata Siow dikutip dari Yahoonews, Kamis (30/7/2026).
Pemerintah memperkirakan harga energi dunia akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini berimbas langsung pada kenaikan harga bahan bakar minyak, tarif listrik, hingga komoditas barang impor di dalam negeri.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Singapura melampaui perkiraan awal, kinerjanya dinilai belum merata di seluruh sektor usaha. Sektor yang bergantung pada pasokan energi mengalami tekanan biaya yang cukup berat.
Ekonomi Singapura tumbuh 6,3 persen pada kuartal pertama 2026 dan melaju 5,7 persen pada kuartal kedua menurut estimasi awal. Siow menyebut capaian ini didukung investasi besar di bidang kecerdasan buatan, dan berharap momentum positif tersebut terus berlanjut.
Namun, bisnis yang terpapar gangguan rantai pasok dan tingginya biaya energi berada dalam tekanan yang sangat besar. Pelaku UMKM menjadi kelompok yang paling merasakan dampak beban operasional tersebut.
Melalui unggahan di Facebook, Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan pentingnya intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Paket bantuan kedua ini dirancang untuk memberikan jaminan keamanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII
"Langkah-langkah ini dibangun atas bantuan yang telah kami sediakan sebelumnya, dan saya berharap ini akan memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi warga Singapura saat kita mengarungi periode ketidakpastian ini bersama-sama," ujar Wong.
Menjelaskan rincian bantuan bisnis, Menteri Negara Senior Perdagangan dan Industri Low Yen Ling menyampaikan bahwa pedagang makanan siap saji akan menerima 1.200 dolar Singapura, sementara kios pasar mendapat 600 dolar Singapura selama enam bulan mulai September hingga Februari 2027.
Pemerintah memproyeksikan sebanyak 160.000 UMKM bakal menerima manfaat dari hibah tunai tersebut. Bantuan akan dicairkan pada November dengan batas maksimal 2.500 dolar Singapura per unit usaha.
Selain hibah tunai, pemerintah meningkatkan penjaminan risiko kredit bank dari 50 persen menjadi 70 persen pada dua skema pembiayaan bisnis. Skema ini mencakup pinjaman modal kerja dan pinjaman proyek untuk memperluas akses pendanaan.
Cakupan skema pinjaman proyek yang sebelumnya hanya berlaku untuk proyek luar negeri kini diperluas ke proyek domestik perusahaan konstruksi lokal. Langkah ini diambil agar pengusaha lebih mudah memperoleh modal di tengah tingginya biaya operasional.
"Ini akan memudahkan mereka mendapatkan pembiayaan untuk mengelola biaya yang lebih tinggi di tengah lingkungan yang menantang," tutur Low.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
-
Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan
-
Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya
-
Kemenko PMK dan Petani Tembakau Sepakat: Ambang Batas Nikotin Belum Menjadi Prioritas Pembahasan
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
-
Lapor Prabowo Soal 18 Kepala Daerah Kena OTT, Tito Soroti Background Artis hingga Pengusaha
-
TPA Dengung Lebak Banten Terbakar
-
Prabowo Buka Sinyal Destry Jadi Gubernur BI Definitif: "Kayaknya Gimana? Oke Nggak?"
-
PWI Protes Ucapan 'Sirkus' Deddy Sitorus, Dinilai Berpotensi Merendahkan Wartawan
-
Lolos ke Semifinal, Persebaya Fokus Pulihkan Kondisi Pemain Jelang Laga Berikutnya