News / Nasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 16:14 WIB
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan. (Suara.com/Dimas Angga Perkasa)
Baca 10 detik
  • Pelaku media membahas transformasi bisnis dalam Jatim Media Summit 2026 di Surabaya pada Kamis, 30 Juli 2026.
  • Hendra Hutagalung menyatakan industri media tidak krisis, tetapi harus meninggalkan pola lama dan membangun kepercayaan publik.
  • Abdul Qohar mengungkapkan media lokal harus memiliki naluri bisnis tajam serta mengembangkan lini usaha selain iklan konvensional.

Marchelo menambahkan, Bank Jago tidak hanya menjual produk keuangan, tetapi juga aktif memberikan edukasi literasi finansial melalui berbagai komunitas dan kolaborasi bersama media, termasuk Suara.com.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Semua Peluang Harus Bisa Menjadi Bisnis

Sementara itu, Founder BlokBojonegoro, Abdul Qohar, membagikan pengalaman membangun media lokal yang mampu bertahan lebih dari satu dekade di tengah persaingan industri.

Baginya, media harus memiliki naluri bisnis yang tajam. "Sekecil apa pun peluang yang bisa dikapitalisasi harus dikapitalisasi. Harus bisa diuangkan," katanya.

Ia mengisahkan bagaimana BlokBojonegoro yang berdiri sejak 2011 kemudian berkembang menjadi jaringan media dengan berbagai unit usaha pendukung.

Qohar mengibaratkan media sebagai "kapal perang" yang membutuhkan "kapal dagang" sebagai sumber logistik agar operasional tetap berjalan.

Karena itu, menurutnya, media tidak boleh hanya bergantung pada pendapatan iklan konvensional, tetapi harus berani mengembangkan berbagai lini bisnis baru yang masih berkaitan dengan kekuatan merek media.

Kolaborasi Jadi Masa Depan Industri Media

Baca Juga: Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda

Diskusi di Jatim Media Summit 2026 memperlihatkan bahwa masa depan industri media tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemberitaan, tetapi juga kemampuan membangun ekosistem yang menghubungkan media, komunitas, teknologi, dan dunia usaha.

Kolaborasi, inovasi model bisnis, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan menjaga kepercayaan publik dinilai menjadi fondasi utama agar media tetap relevan dan mampu bertahan di tengah perubahan lanskap informasi yang semakin cepat.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More