-
Kepala Polisi Seattle Shon Barnes mundur akibat lambatnya transparansi informasi penembakan festival.
-
Andre Sayles diangkat menjadi pejabat interim untuk menjaga stabilitas keamanan kota Seattle.
-
Lambatnya peringatan darurat dan kesalahan informasi menjadi pemicu utama pengunduran diri Barnes.
Suara.com - Kepala Polisi Seattle Shon Barnes resmi melepaskan jabatannya setelah diterpa kritik tajam terkait keterlambatan penanganan komunikasi publik saat tragedi penembakan festival. Wali Kota Katie Wilson mengumumkan pengunduran diri tersebut sekaligus menunjuk Wakil Kepala Polisi Andre Sayles sebagai pimpinan sementara.
Seattle adalah sebuah kota besar di negara bagian Washington, AS. Tanggung jawab Police Chief di sana berfokus pada pengamanan tingkat kotamadya (city/municipal police).
Insiden berdarah di festival Bite of Seattle tersebut menewaskan tiga orang dan melukai empat korban lainnya. Gelombang desakan publik memuncak karena pihak kepolisian membutuhkan waktu hampir lima jam hanya untuk memberikan kejelasan informasi kepada warga.
Keputusan pengunduran diri ini mengekspos celah koordinasi darurat kota yang gagal mengaktifkan sistem peringatan dini saat krisis berlangsung. Kegagalan komunikasi tersebut berujung pada pencopotan pimpinan tertinggi kepolisian kota.
Barnes membagikan harapannya saat mengakhiri masa tugas setelah gejolak komunikasi krisis melanda jajarannya.
"Saya berharap transisi ini memberikan kesempatan bagi kota dan departemen ini untuk mengembalikan fokus penuh pada hal yang paling penting, yaitu mengatasi kekerasan senjata pemuda dan mencegah lebih banyak tragedi," kata Barnes, dikutip dari AP, Jumat (31/7/2026).
Saat insiden penembakan meletus di arena festival, Barnes sedang menghadiri konferensi penegak hukum di luar kota. Puluhan petugas di lokasi berhasil membendung jatuhnya lebih banyak korban serta menangkap pelaku berusia 15 tahun.
Kepanikan warga memuncak karena kepolisian tidak kunjung membagikan status bahaya maupun instruksi keselamatan secara cepat. Bahkan Wali Kota Katie Wilson sempat keliru menyampaikan jumlah pelaku yang ditangkap sebelum akhirnya meralat pernyataan tersebut.
Wilson mengakui kelemahan mendasar dalam alur penyampaian informasi darurat kepada masyarakat.
Baca Juga: Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
"Apa yang tidak saya pahami sepenuhnya pada saat itu adalah betapa sedikit informasi yang telah sampai ke publik atau media sejak insiden dimulai jam 6 sore," kata Wilson.
"Jika saya mengetahuinya, saya akan mendesak untuk segera dilakukan pengarahan, daripada menunggu konferensi pers diatur," ujar Wilson.
Pengunduran diri pejabat berkulit hitam kedua dalam sejarah kepolisian Seattle ini memicu reaksi keras dari sejumlah lembaga masyarakat. Aliansi organisasi sipil menilai penanganan masalah keamanan publik tidak semestinya dibebankan kepada satu individu semata.
Lembaga swadaya masyarakat menyuarakan pembelaan resmi melalui surat terbuka untuk mempertahankan posisi Barnes.
"Chief Barnes tidak boleh dijadikan kambing hitam atas tantangan keselamatan publik yang kompleks," tulis pernyataan resmi lembaga tersebut.
Empat dari enam anggota Dewan Kota yang mendukung stabilitas kepolisian juga menyuarakan kecemasan serupa atas pergantian pimpinan yang terlalu sering.
Berita Terkait
-
3 Orang Tewas di Penembakan Massal Festival Kuliner Seattle, Ada Bayi Jadi Korban
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Luis Suarez Kambuh Lagi! Dihukum Berat Gara-Gara Ludahi Pelatih Lawan
-
Intip Keunikan Gerai Starbucks Pertama di Dunia, Jual Kopi Asli Indonesia hingga Barista Saling Lempar
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bapak Ternyata Anggota LSM, Begini Modus Staf Admin KPK Peras Bupati Pemalang Rp2 Miliar
-
Bukan Sekadar Bantuan, Bhakti Presisi Polresta Solo Pererat Kebersamaan dengan Ojol dan Supeltas
-
4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak
-
MKD Akan Panggil Deddy Sitorus, Tak Perlu Tunggu Reses Selesai
-
Dikecam! Pelatihan Jalan di Atas Api Pegawai BPJS TK Hanya Hamburkan Iuran Pekerja
-
Makin Menegangkan! Film Fall 2: Deadpoint Siap Rilis pada September 2026
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
-
Aston Villa Jalal Stadion GBK, Alejandro Garnacho Cs Latihan di Bawah Terik Matahari
-
No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!