News / Internasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:52 WIB
Gempa bumi di Jepang (NHK)
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,1 di Kyushu tewaskan 34 orang dan memicu krisis air serta listrik.

  • Gelombang panas hingga 36 derajat Celsius mengancam keselamatan lebih dari 9.000 pengungsi Kumamoto.

  • Operasi SAR berfokus di reruntuhan bangunan, sementara transportasi umum masih beroperasi terbatas.

Suara.com - Tim penyelamat bertarung melawan gelombang panas ekstrem demi menembus reruntuhan bangunan setelah korban tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,1 di Kyushu melonjak menjadi 34 jiwa, Jumat (31/7/2026). Lonjakan angka kematian ini memperjelas tingginya risiko bahaya sekunder akibat cuaca panas yang mengancam para pengungsi di Prefektur Kumamoto, Jepang.

Cuaca panas yang menembus angka 36 derajat Celsius memperburuk kondisi darurat di lapangan saat puluhan ribu warga bertahan tanpa akses air bersih. Situasi darurat ini memaksa pemerintah daerah menyuplai energi cadangan ke posko evakuasi agar pendingin udara dapat beroperasi memadai.

Ancaman dehidrasi dan penyakit kini mengintai lebih dari 9.000 warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Pada saat yang sama, tim SAR terus memfokuskan penyisiran pada area pusat perbelanjaan dan pemukiman warga.

Gempa bumi di Jepang (NHK)

Pemerintah setempat mencatat lebih dari 79.000 hunian mengalami krisis air bersih dan 3.500 rumah kehilangan pasokan listrik. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa suhu udara terus melonjak tinggi setelah sebelumnya menyentuh 35 derajat Celsius.

Dua titik kehancuran terparah berlokasi di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kashima serta fasilitas pabrik milik Nippon Paper Industries. Ledakan susunan bangunan dan pilar yang tumbang menyulitkan proses penanganan di kedua lokasi vital tersebut.

Evakuasi Reruntuhan Pusat Perbelanjaan dan Pabrik

Dikutip dari The Hill, guncangan hebat yang terjadi saat jam sibuk sempat memicu evakuasi sekitar 3.000 pengunjung ke area parkir Aeon Mall. Namun, ledakan lanjutan di bagian lain gedung runtuh dan meretakkan lantai dua hingga menjebak pekerja yang tersisa.

Tujuh korban ditemukan meninggal dunia dan 11 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan pusat perbelanjaan tersebut. Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menegaskan dalam jumpa pers di Tokyo bahwa penanganan di lokasi dilakukan secara intensif.

"Di lokasi tersebut, tujuh orang dipastikan tewas dan 11 orang telah diselamatkan," kata Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara kepada wartawan di Tokyo, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing

Sementara itu, pencarian di pabrik Nippon Paper Industries wilayah Yatsushiro resmi dihentikan setelah mengevakuasi seluruh pekerja dari cerobong asap yang roboh. Petugas mengonfirmasi sembilan pekerja tewas dan 11 orang lainnya selamat dalam insiden di pabrik tersebut.

"Sementara itu, operasi pencarian telah berakhir di pabrik Nippon Paper Industries di area Yatsushiro di mana sebuah cerobong asap runtuh akibat gempa," kata Kihara.

Operasi pencarian berskala lebih kecil masih terus berlangsung di bawah puing-puing rumah warga di kawasan selatan Kumamoto. Otoritas belum mempublikasikan data pasti mengenai total warga yang dilaporkan hilang.

Lumpuhnya Transportasi dan Pilihan Bertahan di Kendaraan

Sektor transportasi publik di pulau Kyushu mengalami gangguan besar meski beberapa jalur utama mulai dipulihkan secara bertahap. Layanan kereta cepat Shinkansen rute Kumamoto menuju Fukuoka di utara beroperasi terbatas, sementara rute selatan menuju Kagoshima masih dihentikan.

Seluruh perjalanan kereta lokal di wilayah terdampak parah selatan Kumamoto dihentikan total akibat kerusakan rel yang meluas. Penutupan akses ini membatasi mobilitas warga dan logistik di daerah terisolasi.

Load More