-
Gempa magnitudo 7,1 di Kyushu tewaskan 34 orang dan memicu krisis air serta listrik.
-
Gelombang panas hingga 36 derajat Celsius mengancam keselamatan lebih dari 9.000 pengungsi Kumamoto.
-
Operasi SAR berfokus di reruntuhan bangunan, sementara transportasi umum masih beroperasi terbatas.
Kota Hikawa menjadi salah satu kawasan permukiman yang menderita kerusakan terberat pascagempa. Lebih dari 800 dari total 4.500 rumah warga dilaporkan rusak berat hingga hancur total.
Kondisi bangunan yang rapuh mendorong sebagian besar penyintas memilih tidur di dalam mobil mereka yang terparkir di lapangan dan halaman balai kota. Rasa takut akan gempa susulan membuat warga enggan kembali ke dalam rumah kayu mereka.
Ayako Sudo, seorang warga lanjut usia berusia 70-an, terpaksa bertahan di dalam kendaraan bersama suaminya karena trauma mendalam. Pengalaman menghadapi gempa besar Kumamoto delapan tahun lalu kembali membayangi keputusannya untuk tidak masuk ke rumah.
"Karena ini rumah kayu, guncangannya sangat kuat. Bahkan ketika gempanya kecil, rumah tetap berguncang, dan itu menimbulkan rasa takut. Jadi saya pikir saya benar-benar lebih memilih tempat yang terasa aman," kata Sudo.
Latar belakang wilayah Kumamoto yang pernah dilanda gempa dahsyat pada tahun 2016 menjadi konteks penting ketakutan warga saat ini. Sudo sendiri sebelumnya pernah menghabiskan waktu dua minggu tidur di dalam mobil untuk menghindari bahaya gempa susulan.
Kerentanan struktur bangunan kayu di pedesaan Jepang menjadikan trauma gempa masa lalu selalu berulang setiap kali bencana mendera. Pemulihan infrastruktur dasar dan tempat tinggal kini menjadi tantangan utama pemerintah Jepang di tengah gelombang panas yang masih berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan
-
Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI
-
Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan
-
Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi
-
Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal
-
Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Ucapan 'Sirkus'
-
Sabun Cuci Muka Kahf untuk Jerawat Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Cocok
-
Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh
-
Tragedi Jumat Dini Hari di Tol Cipularang: Pikap Hantam Kendaraan Misterius, 2 Tewas
-
3 Smartwatch Xiaomi Paling Layak Dibeli 2026: Fitur Kesehatan Canggih, Baterai Tahan 21 Hari