News / Internasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:52 WIB
Gempa bumi di Jepang (NHK)
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,1 di Kyushu tewaskan 34 orang dan memicu krisis air serta listrik.

  • Gelombang panas hingga 36 derajat Celsius mengancam keselamatan lebih dari 9.000 pengungsi Kumamoto.

  • Operasi SAR berfokus di reruntuhan bangunan, sementara transportasi umum masih beroperasi terbatas.

Kota Hikawa menjadi salah satu kawasan permukiman yang menderita kerusakan terberat pascagempa. Lebih dari 800 dari total 4.500 rumah warga dilaporkan rusak berat hingga hancur total.

Kondisi bangunan yang rapuh mendorong sebagian besar penyintas memilih tidur di dalam mobil mereka yang terparkir di lapangan dan halaman balai kota. Rasa takut akan gempa susulan membuat warga enggan kembali ke dalam rumah kayu mereka.

Ayako Sudo, seorang warga lanjut usia berusia 70-an, terpaksa bertahan di dalam kendaraan bersama suaminya karena trauma mendalam. Pengalaman menghadapi gempa besar Kumamoto delapan tahun lalu kembali membayangi keputusannya untuk tidak masuk ke rumah.

"Karena ini rumah kayu, guncangannya sangat kuat. Bahkan ketika gempanya kecil, rumah tetap berguncang, dan itu menimbulkan rasa takut. Jadi saya pikir saya benar-benar lebih memilih tempat yang terasa aman," kata Sudo.

Latar belakang wilayah Kumamoto yang pernah dilanda gempa dahsyat pada tahun 2016 menjadi konteks penting ketakutan warga saat ini. Sudo sendiri sebelumnya pernah menghabiskan waktu dua minggu tidur di dalam mobil untuk menghindari bahaya gempa susulan.

Kerentanan struktur bangunan kayu di pedesaan Jepang menjadikan trauma gempa masa lalu selalu berulang setiap kali bencana mendera. Pemulihan infrastruktur dasar dan tempat tinggal kini menjadi tantangan utama pemerintah Jepang di tengah gelombang panas yang masih berlangsung.

Load More