News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto (YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan konflik berkelanjutan memicu keinginan negara Timur Tengah memiliki senjata nuklir.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan bersama KADIN Indonesia di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026).
  • Kekayaan sumber daya alam serta politik adu domba menjadi penyebab utama peperangan panjang di Timur Tengah.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menilai negara-negara di Timur Tengah berpotensi ingin menjadi pemilik senjata nuklir.

Keinginan memiliki senjata nuklir tidak terlepas dari eskalasi konflik yang terus menerus terjadi.

"Sore, tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi. Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir," kata Prabowo saat menggelar pertemuan dengan KADIN Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).

Menurut Prabowo keinginan memiliki senjata nuklir tersebut menular ke negara-negara teluk hingga Mesir.

"Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," tutur Prabowo.

Melalui sambutannya di hadapan para pengusaha, Prabowo menjelaskan mengapa kawasan Timur Tengah kerap dilanda konflik.

"Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ," kata Prabowo.

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa politik adu domba atau Divide et Impera adalah nyata adanya. Bukan sekadar tulisan di buku-buku sejarah.

"Jadi saudara-saudara, ini saya dengan panjang lebar saya tekankan kembali ke saudara-saudara, karena apa yang kita bahas sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita," kata Prabowo.

Baca Juga: Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti

Load More