Suara.com - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jum'at (31/7/2026).
Sekolah Rakyat Wonosobo menerima sebanyak 270 siswa baru, terdiri dari 120 siswa jenjang SMA, 120 siswa jenjang SMP, dan 30 siswa jenjang SD.
Disamping siswa baru yang berasal dari Kabupaten Wonosobo, juga terdapat 60 siswa baru dari Kabupaten Temanggung. Sehingga total ada 330 siswa baru yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Wonosobo.
"Jadi totalnya ada 270 orang, titipan siswa baru dari Temanggung ada 60 orang, ditambah dengan siswa yang sudah existing 100 orang ya," kata Agus Jabo ditemui usai acara.
Dalam sambutannya, Wamensos Agus Jabo menjelaskan program Sekolah Rakyat bertujuan untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan. Namun disamping itu, tujuan lainnya adalah membangun sebuah harapan.
"Membangun harapan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, yang tadinya sudah tidak punya harapan, anaknya bisa bersekolah, setelah ada Sekolah Rakyat harapan itu muncul kembali," ujarnya.
Melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto ingin memuliakan masyarakat yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan atau yang disebut the invisible people.
Oleh karena itu, Agus Jabo mengimbau kepada para guru dan tenaga kependidikan (tendik) untuk senantiasa menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh kesabaran, mengingat para siswa di Sekolah Rakyat hadir dari latar belakang yang berbeda-beda.
"Kepada para guru, saya mohon karena kalian sebagai pengganti orang tua, yang sabar, yang ikhlas, anggap anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat Wonosobo ini menjadi anak-anak kita sendiri, supaya orang tuanya tenang," imbuhnya.
Baca Juga: Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat
Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan Gedung Sekolah Rakyat permanen sebelumnya ditargetkan mampu menampung seribu siswa. Target tersebut ditambah menjadi dua ribu siswa, mengingat banyaknya anak yang membutuhkan layanan Sekolah Rakyat.
"Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah," kata Agus Jabo.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Sosial karena telah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Wonosobo.
"Terima kasih kepada Pemerintah pusat khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia, atas kepercayaan yang diberikan Kepada Wonosobo sebagai (salah satu) lokasi Sekolah Rakyat permanen," kata Afif.
Menurutnya, meskipun banyak tantangan dan rintangan tapi pada akhirnya Gedung Sekolah Rakyat permanen dapat selesai dibangun dan segera dimanfaatkan untuk siswa.
"Alhamdulillah, berkat arahan Pak Menteri Sosial, berkat bimbingan Pak Wamensos, Pak Sekjen dan seluruh Jajarannya, alhamdulillah pada akhirnya kita bisa keluar dari persoalan-persoalan yang kita hadapi," ujarnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, dan pejabat terkait lainnya.***
Berita Terkait
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Serentak di 65 Titik
-
Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan
-
Lahan Sekolah Rakyat Kabupaten Landak Memenuhi Syarat, Pembangunan Ditargetkan Oktober
-
Wamensos Agus Jabo: Pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat akan Diproses, Bisa Tampung 2 Ribu Siswa
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?
-
Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen
-
Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat
-
Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat
-
Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'