News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:04 WIB
Presiden Prabowo Subianto (setkab.go.id)
Baca 10 detik
  • Hasan Nasbi menyatakan istilah "Londo Ireng" dari Presiden Prabowo ditujukan kepada kelompok pembuat gaduh, bukan masyarakat umum.
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan istilah tersebut saat pidato Harlah PKB di JCC Senayan pada 23 Juli 2026.
  • Pernyataan tersebut bertujuan mengingatkan pentingnya persatuan, kekompakan, dan optimisme bangsa serta memicu beragam respons publik.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menjelaskan istilah 'Londo Ireng' yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto bukan ditujukan kepada masyarakat secara umum.

Penggunaan istilah 'Londo Ireng' itu, menurut Hasan, dimaksudkan untuk kelompok yang diduga kerap membuat gaduh.

"Itu kan istilah aja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita. Dan mereka kan eh ada yang berprofesi seolah-olah sama sama kita kan, gitu," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Hasan juga menjelaskan maksud Presiden Prabowo adalah mengingatkan masyarakat agar bersatu dan kompak, serta optimistis terhadap bangsa dan negara sendiri.

"Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan, ya. Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan menghilangkan rasa-rasa pesimis lah sehingga kita bisa maju lebih cepat," tutur Hasan.

Hasan Nasbi (Instagram/hasan_nasbi)

Sebelumnya, istilah 'londo ireng' kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Prabowo Subianto menggunakannya dalam pidato peringatan Hari Lahir PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik karena kritik merupakan bagian dari sistem demokrasi.

Namun, ia menilai ada pihak-pihak yang tidak hanya menyampaikan kritik, melainkan juga berupaya menggiring opini publik bahwa Indonesia berada dalam kondisi buruk. Menurut Prabowo, kelompok tersebut merupakan bentuk baru dari 'londo ireng', istilah yang pada masa penjajahan merujuk pada orang Indonesia yang berpihak kepada Belanda dan melawan bangsanya sendiri.

Prabowo kemudian menyebut profesi dan kelompok seperti wartawan, jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai contoh pihak yang dimaksud. Pernyataan tersebut pun memicu perbincangan luas dan menuai beragam respons dari publik maupun berbagai kalangan.

Baca Juga: Ramai Video Pagar Besi di Mal, Penasihat Presiden: Kita Doakan Bangsa Kita Aman

Load More