News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:41 WIB
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Penasihat Khusus Presiden Hasan Nasbi meminta pihak terkait untuk mengklarifikasi video pagar besi mal di Jakarta dan Surabaya.
  • Hasan Nasbi mengajak media melakukan pengecekan fakta di lapangan guna memastikan kebenaran video yang menebar ketakutan tersebut pada Jumat, 31 Juli 2026.
  • Pemerintah bersama pengurus KADIN membahas berbagai masukan konstruktif demi menjaga situasi negara agar tetap aman dan kondusif.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, meminta tidak ada pihak yang menebar ketakutan menyusul video yang ramai beredar di media sosial terkait pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah mal.

Ia juga menyarankan agar narasi yang telanjur beredar segera diklarifikasi.

"Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan tuh sebaiknya diklarifikasi juga," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Hasan turut mengajak awak media melakukan cek fakta atas video-video yang memperlihatkan pagar besi tinggi terpasang di sejumlah mal, mulai dari Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan hingga empat mal besar di Surabaya, yakni Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.

"Bisa bikin cek fakta benar enggak fear mongering yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata apa tidak. Kan teman-teman bisa cek di lapangan," kata Hasan.

Hasan mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis terhadap situasi negara yang aman dan kondusif.

"Sekarang pemerintah juga sudah jalannya sangat cepat, barusan juga diskusi dengan 100-an lebih pengurus KADIN dan komunikasi dua arah, tanya jawab dengan Presiden tadi masukan-masukan mereka sangat konstruktif diterima dengan baik oleh Presiden," ujar Hasan.

"Dan enggak ada alasan buat kita enggak maju kan? Gitu, jadi yang fear mongering-fear mongering itu teman-teman cek di lapangan, ya. Saya rasa nanti teman-teman bisa menemukan itu benar enggak sih," kata Hasan.

Baca Juga: Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG

Load More