News / Nasional
Senin, 03 Agustus 2026 | 14:03 WIB
Berbagai ornamen dari sampah plastik untuk menyambut HUT RI ke-81 di gang Kampung Ledoksari, Karangbendo, Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (3/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Warga Kampung Ledoksari Sleman mendaur ulang galon plastik bekas menjadi dekorasi kemerdekaan sejak dua bulan lalu.
  • Sebanyak 25 kepala keluarga bergotong royong secara swadaya menciptakan ornamen bercahaya demi mengurangi sampah lingkungan.
  • Inisiatif kreatif tersebut berhasil memperindah lingkungan sekaligus mulai membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga setempat.

Tahun ini, warga memperkirakan lebih dari seratus galon bekas digunakan untuk membuat berbagai dekorasi. Kini, gang kampung itu berubah menjadi lorong yang menarik perhatian siapa pun yang melintas.

Tak hanya indah dipandang pada siang hari, hiasan dari galon bekas itu juga dirancang khusus dengan instalasi lampu di dalamnya sehingga memancarkan cahaya yang indah saat malam tiba.

Dari Pesan Lingkungan hingga Peluang Ekonomi

Di balik semarak warna-warni ornamen kemerdekaan, ada misi penting yang ingin disampaikan warga Ledoksari, yakni mengurangi sampah plastik dan mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas peran bank sampah lokal di Karangbendo.

"Jadi daripada mubazir kan kita ambil positifnya. Ini juga untuk bisa kita (manfaatkan) ya untuk acara 17-an, juga mengurangi sampah plastik," tandasnya.

Selain berdampak pada lingkungan, kreasi berbahan galon bekas ini juga mulai membuka peluang ekonomi kreatif. Tak sedikit warga dari luar kampung yang tertarik dan berniat membeli dekorasi buatan warga untuk dijadikan pot tanaman maupun hiasan rumah.

"Bisa kalau misal ada orderan, laku kemarin, ini loh udah pada dipesan. Tapi kita enggak bisa jual, kita bisanya indent nanti, soalnya buatnya lama, sesuai pesanan," ucapnya.

Warga lainnya, Bu Sum (54), menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan gerakan lingkungan dan kreativitas warga tersebut.

"Ya intine ini untuk memajukan bank sampah kita di Kampung Karangbendo sini, siapa tahu besok bisa lebih berkembang," harap Bu Sum.

Bu Sum menuturkan bahwa kunci indahnya dekorasi di Gang Ledoksari terletak pada kolaborasi yang solid antargenerasi. Ibu-ibu biasanya menyumbangkan ide bentuk dan pola, sementara para bapak mengeksekusi pembuatan rangka, pemotongan bahan yang sulit, hingga proses pewarnaan.

Baca Juga: Cegah Kebakaran Susulan, Gulkarmat Jaktim Masih Siagakan Personil di TPS Kramat Jati

"Mengalir begitu saja, (bentuk) bebek itu dari saya idenya, terus suami yang mulai memperbanyak, lukis-lukis, kerja sama lah pokonya," ucapnya.

Melalui sentuhan kreativitas dan semangat gotong royong, warga Ledoksari membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak harus dilakukan secara bermewah-mewah.

Load More