- Pedagang Pasar Taman Puring di Jakarta Selatan menagih janji Gubernur DKI merealisasikan revitalisasi pasar.
- Kebakaran pada Juli 2025 menyebabkan jumlah pedagang aktif menyusut drastis dan pendapatan mereka anjlok parah.
- Kunjungan dinas terkait rencana pembangunan taman belum memberikan kepastian bagi nasib para pedagang.
Suara.com - Setahun setelah Pasar Taman Puring dilalap kebakaran, para pedagang masih menunggu realisasi janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun kembali pasar tersebut.
Hingga kini, mereka mengaku belum memperoleh kepastian soal revitalisasi, sementara jumlah pedagang terus menyusut akibat merosotnya pendapatan.
Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, mengatakan harapan pedagang tetap sama sejak kebakaran besar pada Juli 2025, yakni agar pemerintah segera merealisasikan janji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membangun kembali pasar.
"Bahwa janji Pak Gubernur akan membangun pasar kembali seperti awal statement Pak Gubernur itu, kami tetap menunggu dan berharap," kata Asmun kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov DKI meninjau kawasan Taman Puring terkait rencana pembangunan Taman Difabel.
Namun, menurut Asmun, kunjungan tersebut belum memberikan kepastian mengenai nasib revitalisasi Pasar Taman Puring.
"Kalau untuk jawaban masih belum ada jawaban dari beberapa dinas, tapi harapan kami tetap menunggu apa yang telah dijanjikan Pak Gubernur kepada kami," ujarnya.
Ketidakjelasan tersebut membuat para pedagang terus bertahan dalam kondisi sulit.
Asmun menyebut hanya sekitar 150 hingga 200 pedagang yang masih berjualan di lokasi bekas kebakaran, jauh berkurang dibandingkan sebelum musibah.
Baca Juga: Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas
"Sementara yang masih aktif berdagang ya karena dengan kondisi yang seperti ini masih sekitar hampir separuhnya, kurang lebihnya antara 150 sampai 200-an pedagang," katanya.
Pendapatan pedagang pun anjlok. Jika sebelumnya Pasar Taman Puring menjadi salah satu pusat perdagangan yang ramai di Jakarta Selatan, kini sebagian pedagang hanya mampu meraih omzet sekitar Rp200 ribu per hari, itu pun tidak menentu.
Karena itu, para pedagang berharap dapat segera berdialog langsung dengan pemerintah untuk memperoleh kepastian mengenai rencana pembangunan kembali pasar.
Menurut Asmun, keberadaan Pasar Taman Puring bukan hanya menjadi tempat berdagang, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari roda perekonomian Jakarta.
"Setelah kami kebakaran habis semuanya, tiba-tiba ada statement lain selain untuk dibangun pasar kembali, untuk dibangun taman. Harapan kami tetap (dibangun pasar), saya menunggu janji Pak Gubernur," katanya.
Saat ini tercatat sekitar 180 pedagang masih bertahan berjualan di area bekas kebakaran. Sebelum insiden yang terjadi pada 28 Juli 2025 itu, Pasar Taman Puring dihuni lebih dari 500 pedagang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km
-
Nasabah BRI Wajib Tahu! Ini Nomor Resmi Contact BRI agar Transaksi Tetap Aman
-
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data Dukcapil untuk Percepat Digitalisasi Bansos di Biak Numfor
-
Pemerintah Indonesia Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Kekayaan Intelektual
-
Review HOKA Clifton Pro, Sepatu Lari Terbaru yang Empuk untuk Daily Trainer hingga Long Run
-
Tingkatkan Efisiensi hingga 40 Persen, Alasan Fastana Logistik Indonesia Kepincut Fuso eCanter
-
Skill Serba Bisa, Bayaran Seadanya: Pergeseran Makna UMR di Dunia Kerja
-
Kadis PUPR Kota Bengkulu Dicecar KPK soal Proyek IPAL hingga Dugaan Penerimaan Uang
-
Sifat dan Karakter Shio Macan, Percaya Diri tapi Mudah Terbawa Emosi
-
RI Kejar Perjanjian Dagang dengan AS, Budi Santoso: Jangan Sampai Pasar Ekspor Hilang