News / Metropolitan
Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:27 WIB
Pedagang menjajakan dagangannya pada lokasi bekas kebakaran di Pasar Taman Puring, Jakarta, Rabu (13/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pedagang Pasar Taman Puring di Jakarta Selatan menagih janji Gubernur DKI merealisasikan revitalisasi pasar.
  • Kebakaran pada Juli 2025 menyebabkan jumlah pedagang aktif menyusut drastis dan pendapatan mereka anjlok parah.
  • Kunjungan dinas terkait rencana pembangunan taman belum memberikan kepastian bagi nasib para pedagang.

Suara.com - Setahun setelah Pasar Taman Puring dilalap kebakaran, para pedagang masih menunggu realisasi janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun kembali pasar tersebut.

Hingga kini, mereka mengaku belum memperoleh kepastian soal revitalisasi, sementara jumlah pedagang terus menyusut akibat merosotnya pendapatan.

Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, mengatakan harapan pedagang tetap sama sejak kebakaran besar pada Juli 2025, yakni agar pemerintah segera merealisasikan janji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membangun kembali pasar.

"Bahwa janji Pak Gubernur akan membangun pasar kembali seperti awal statement Pak Gubernur itu, kami tetap menunggu dan berharap," kata Asmun kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov DKI meninjau kawasan Taman Puring terkait rencana pembangunan Taman Difabel.

Namun, menurut Asmun, kunjungan tersebut belum memberikan kepastian mengenai nasib revitalisasi Pasar Taman Puring.

"Kalau untuk jawaban masih belum ada jawaban dari beberapa dinas, tapi harapan kami tetap menunggu apa yang telah dijanjikan Pak Gubernur kepada kami," ujarnya.

Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring Asmun memberikan keterangan kepada wartawan di Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). [ANTARA/Luthfia Miranda Putri]

Ketidakjelasan tersebut membuat para pedagang terus bertahan dalam kondisi sulit.

Asmun menyebut hanya sekitar 150 hingga 200 pedagang yang masih berjualan di lokasi bekas kebakaran, jauh berkurang dibandingkan sebelum musibah.

Baca Juga: Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas

"Sementara yang masih aktif berdagang ya karena dengan kondisi yang seperti ini masih sekitar hampir separuhnya, kurang lebihnya antara 150 sampai 200-an pedagang," katanya.

Pendapatan pedagang pun anjlok. Jika sebelumnya Pasar Taman Puring menjadi salah satu pusat perdagangan yang ramai di Jakarta Selatan, kini sebagian pedagang hanya mampu meraih omzet sekitar Rp200 ribu per hari, itu pun tidak menentu.

Karena itu, para pedagang berharap dapat segera berdialog langsung dengan pemerintah untuk memperoleh kepastian mengenai rencana pembangunan kembali pasar.

Menurut Asmun, keberadaan Pasar Taman Puring bukan hanya menjadi tempat berdagang, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari roda perekonomian Jakarta.

"Setelah kami kebakaran habis semuanya, tiba-tiba ada statement lain selain untuk dibangun pasar kembali, untuk dibangun taman. Harapan kami tetap (dibangun pasar), saya menunggu janji Pak Gubernur," katanya.

Saat ini tercatat sekitar 180 pedagang masih bertahan berjualan di area bekas kebakaran. Sebelum insiden yang terjadi pada 28 Juli 2025 itu, Pasar Taman Puring dihuni lebih dari 500 pedagang. (Antara)

Load More