- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan lapangan pengganti karena PT KAI melarang penggunaan lahan Menteng Jaya.
- PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta melarang aktivitas olahraga di jalur kereta demi keselamatan perjalanan pada Selasa (4/8/2026).
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyempurnakan RPTRA dan lapangan Borobudur agar Liga Aspal dapat terus berjalan.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan lapangan pengganti untuk menjaga keberlanjutan Liga Aspal menyusul larangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas penggunaan lahannya di kawasan Menteng Jaya, Jakarta Pusat.
Larangan tersebut disampaikan PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta terhadap aktivitas bermain sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya di area Right of Way (ROW) atau ruang milik jalur kereta api.
Menurut KAI, kawasan itu merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian yang khusus diperuntukkan bagi kepentingan operasional, pemeliharaan, serta keselamatan perjalanan kereta api.
Kebijakan pelarangan didasarkan pada hasil safety assessment yang menunjukkan tingginya risiko apabila area ROW digunakan untuk aktivitas olahraga maupun kegiatan publik.
Menanggapi hal itu, Pramono Anung, yang ditemui di Balai Kota, Selasa (4/8/2026), menyatakan menghormati keputusan KAI terkait penggunaan lahan tersebut.
"Ini kan kewenangan sepenuhnya sebenarnya di KAI. Saya sangat menghormati apa yang menjadi kebijakan KAI," kata Pramono.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa anak-anak di Jakarta tetap membutuhkan sarana untuk berolahraga.
"Maka, saya sudah memutuskan untuk RPTRA Borobudur maupun lapangan sepak bola Borobudur yang tidak jauh dari tempat itu kami akan sempurnakan. Akan kami izinkan digunakan kalau memang Liga Aspal tidak bisa lagi," ujar eks Sekretaris Kabinet itu.
Pramono juga memaparkan jumlah fasilitas lapangan sepak bola yang tersedia di Ibu Kota saat ini.
Baca Juga: Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib
"Saudara-saudara sekalian, di Jakarta sekarang ini kurang lebih ada 47 fasilitas lapangan bola. Dari 47 itu, 14 yang berupa stadion, sisanya kurang lebih 33 yang lapangan yang ada di masyarakat," ungkapnya.
Sejumlah lapangan tersebut, kata Pramono, telah diperintahkan untuk disempurnakan agar masyarakat lebih mudah berolahraga.
"Termasuk secara khusus untuk yang di Liga Aspal, karena memang KAI sudah memutuskan itu, maka salah satu alternatif yang kami lakukan adalah menggunakan RPTRA Borobudur atau lapangan Borobudur boleh digunakan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib
-
Setahun Menanti Janji Gubernur, Pedagang Taman Puring Terpuruk dan Terus Menyusut
-
Dugaan Prajurit TNI Aniaya Brimob Hingga Tewas di Slipi, Mabes TNI: Pasti Diproses!
-
Persija Tantang Persib di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Utamakan Proses Ketimbang Gelar
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran
-
Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah
-
Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026
-
Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus
-
Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000
-
Pilihan Smartwatch dengan GPS Akurat, Cocok untuk Hiking hingga City Walk
-
Anak Buah Prabowo Bicara Isu Pergantian Kapolri: Jabatan di Dunia Pasti Diganti, Tinggal Waktunya
-
Liga Aspal Terancam Bubar, Pramono Janji Siapkan Lahan Pengganti
-
Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah: Kisah Cinta, Perjuangan, dan Makna Kehidupan
-
Kasus Promosi Vape Libatkan Anak, Polisi Bakal Periksa Bigmo dan Produsen Liquid Tazelab