News / Nasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:06 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Dok Humas Polri)
Baca 10 detik
  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa informasi tentang Surpres pergantian Kapolri adalah hoaks.
  • Pihak DPR RI di Jakarta memastikan pada Selasa hingga kini belum menerima surat presiden tersebut.
  • Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni menyatakan isu pergantian muncul karena masa jabatan Kapolri sudah lima tahun.

Suara.com - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, angkat bicara mengenai rumor yang beredar terkait adanya Surat Presiden (Surpres) dari Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Habiburokhman menegaskan bahwa informasi yang menyebut Presiden telah mengirimkan surat mengenai pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

Ia memastikan hingga saat ini belum ada surat yang masuk ke DPR terkait hal itu.

"Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri," tegas Habiburokhman dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Suara.com/Bagas)

Politikus Partai Gerindra itu juga meminta publik agar bersikap kritis dan tidak mudah memercayai kabar yang tidak jelas sumbernya.

Ia menekankan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja diembuskan tanpa dasar.

"Kami menghimbau baiknya masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak ada dasarnya," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, juga angkat bicara mengenai rumor yang beredar terkait adanya Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sahroni menegaskan bahwa hingga kini DPR RI belum menerima surat tersebut.

Baca Juga: Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit

"Kagak ada, kagak ada," ujar Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Politikus Partai NasDem itu juga menepis kabar yang menyebut surat tersebut sudah sampai di tangan pimpinan DPR, tetapi belum dibuka.

Menurutnya, jika surat itu memang sudah dikirim, DPR pasti akan mengetahuinya secara terbuka.

"Ya, kalau kalian udah tahu ya kalian munculin aja. Orang kita gak ada, sama sekali belum ada," tegasnya.

"Belum, gak ada masalahnya. Kalau isu dikirim kan kita udah tahu. Kalau kalian tanya pasti gua jawab. Masalahnya belum ada," sambungnya.

Sahroni mengakui bahwa isu pergantian orang nomor satu di Korps Bhayangkara memang berembus cukup kencang.

Load More