Budiman juga menyampaikan tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang masih berada pada tahap pembangunan.
“Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bagi kami, terutama karena aktivitas pembangunan masih berlangsung. Kami berharap ada dukungan fasilitas agar kebersihan sekolah dapat terus terjaga,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah tetap mengedepankan empati dalam menghadapi masa adaptasi siswa.
“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa anak-anak kita memang masih rentan dari sisi kesehatan. Kalau memang membutuhkan layanan kesehatan yang lebih baik, keputusan memulangkan sementara kepada orang tua adalah langkah yang tepat. Bulan pertama dan kedua memang menjadi masa adaptasi sehingga seluruh kepala sekolah harus sabar dan penuh empati,” kata Gus Ipul.
Ia memastikan Kementerian Sosial akan menindaklanjuti berbagai masukan, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan fasilitas pendukung.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Kapusdiklatbangprof) Kemensos, Afrizon Tanjung, mengingatkan seluruh kepala sekolah agar melakukan pencatatan dan pengamanan barang milik negara secara tertib.
“Barang-barang yang sudah ada di Sekolah Rakyat harus dipelihara dengan baik. Seluruh aset harus dicatat sesuai ketentuan dan dipastikan keberadaannya agar tidak terjadi kehilangan maupun kerusakan,” ujar Afrizon.
Menutup rapat, Gus Ipul kembali menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari proses pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan seluruh pengelola dalam menjaga aset negara.
“Barang milik negara harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Kepala sekolah harus menjaga laptop, kursi, lemari, dan seluruh fasilitas yang ada. Itu menjadi bagian dari kinerja kita dalam mengelola Sekolah Rakyat,” pungkasnya. ***
Baca Juga: Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta
Berita Terkait
-
Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta
-
Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan
-
Gunungan Sampah Bantargebang Ditutup Geomembran
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan