News / Nasional
Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:59 WIB
Ilustrasi sidang tahunan MPR. (Antara)
Baca 10 detik
  • MPR RI mengadakan rapat gabungan di Komplek Parlemen Senayan Jakarta pada Rabu 5 Agustus 2026.
  • Sidang tahunan dan sidang bersama dijadwalkan berlangsung hari Jumat 14 Agustus 2026 mulai pukul 08.30 WIB.
  • Agenda sidang mencakup pidato ketua lembaga negara serta pidato kenegaraan Presiden dan laporan kinerja lembaga.

Suara.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar rapat gabungan untuk mematangkan persiapan Sidang Tahunan MPR tahun 2026.

Rapat yang dilaksanakan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026) ini dihadiri oleh pimpinan MPR, seluruh fraksi, kelompok DPD, serta alat kelengkapan MPR.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan, bahwa salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah memastikan kesiapan teknis pelaksanaan sidang tahunan yang merupakan agenda konstitusional penting.

"Hari ini alhamdulillah Majelis Permusyawaratan Rakyat mengadakan rapat gabungan yang diikuti oleh seluruh pimpinan MPR ya, kecuali yang berhalangan. Yang kedua, oleh seluruh fraksi dan kelompok DPD serta alat kelengkapan MPR. Mengikuti dengan seksama agenda rapat gabungan pada hari ini. Rapat gabungan MPR pada hari ini membahas tiga hal pokok. Yang pertama, persiapan sidang tahunan MPR hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026," ujar Muzani usai rapat.

Muzani menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil keputusan rapat, Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD akan dilaksanakan pada pagi hari agar dapat selesai sebelum waktu salat Jumat.

"Rapat memutuskan bahwa rapat... eh, sidang tahunan MPR dan sidang bersama MPR, DPR, dan DPD diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus, hari Jumat, tahun 2026, dimulai pada jam 08.30 sampai selesai. Diharapkan sebelum salat Jumat sudah selesai. Dengan agenda pokok yakni, pidato ketua MPR, pidato ketua DPD, kemudian kita akan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden selaku Kepala Negara sekaligus menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara," paparnya.

Mengenai daftar tamu undangan, Muzani menegaskan bahwa MPR akan mengundang jajaran tokoh bangsa, termasuk para mantan pimpinan negara dan pimpinan partai politik.

"Yang kita undang adalah semua presiden terdahulu, wakil presiden terdahulu, ketua MPR dan pimpinan MPR serta DPR dan DPD terdahulu, sama para menteri, duta besar, ketua umum-ketua umum partai kita undang semua," tegas Muzani.

Meski daftar undangan telah ditetapkan, Muzani menjelaskan bahwa pengiriman undangan fisik masih dalam proses administrasi.

Baca Juga: MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga

"Kita akan undang, tapi undangan belum kita layangkan karena sedang dalam proses pencetakan. Sampai dengan konfirmasi dari Setjen sepertinya," pungkasnya.

Load More