News / Internasional
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Aksi penembakan massal oleh remaja di sekolah Thailand menewaskan delapan orang termasuk pelaku. (CNA)
Baca 10 detik
  • Remaja 14 tahun menembak mati kakek, nenek, guru, siswa, lalu membunuh dirinya sendiri.

  • Penembakan massal di sekolah luar Bangkok ini juga menyebabkan 23 orang mengalami luka-luka.

  • Pelaku beraksi menggunakan senjata api kakeknya dengan membawa puluhan butir amunisi aktif.

Kiatikhun juga menjadi orang pertama yang menangani kondisi fisik sang pelaku usai mendengar letusan senjata terakhir.

"Kami bergegas ke atas dan menemukan pelaku telah menembak dirinya sendiri di kepala bagian kanan lalu roboh. Ketika kami sampai di sana, kami memeriksa nadinya, dia masih memilikinya, jadi kami memulai CPR," tuturnya.

Petugas medis langsung melarikan remaja tersebut ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kemacetan parah sempat melumpuhkan akses jalan di sekitar Debsirin Nonthaburi School akibat tumpah ruahnya kendaraan orang tua murid.

Sekolah yang menampung sekitar 3.100 siswa dan 147 tenaga pengajar tersebut langsung menghentikan seluruh aktivitas belajar mengajar.

Pemerintah pusat memberikan tanggapan resmi terkait duka mendalam yang kembali mencoreng dunia pendidikan nasional.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyampaikan keprihatinannya saat ditemui awak media di Gedung Pemerintah Bangkok.

"Ini kejadian yang sangat mengerikan. Ini seharusnya tidak pernah terjadi. Bagaimana ini bisa terjadi di negara kita?" ujar Anutin.

Peristiwa di Debsirin Nonthaburi School ini menambah catatan kelam aksi kekerasan bersenjata yang melibatkan fasilitas pendidikan di Thailand. Sebelum tragedi ini terjadi, penembakan di lingkungan sekolah juga sempat memakan korban jiwa seorang guru di wilayah selatan Thailand pada Februari lalu.

Baca Juga: Penembakan Brutal Sekolah Nonthaburi Thailand, 7 Orang Tewas

Load More