- Kebakaran di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu, 8 Agustus, telah berdampak pada area seluas 520 hektare.
- Empat pintu resmi akses menuju kawasan Gunung Bromo ditutup sejak Sabtu pukul 22.00 WIB akibat kebakaran.
- Sejumlah destinasi di Kabupaten Probolinggo tetap aman dikunjungi karena berjarak cukup jauh dari titik api.
Suara.com - Kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah berdampak pada area seluas sekitar 520 hektare. Meski demikian, sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo yang berada di sekitar kawasan Bromo masih dinyatakan aman untuk dikunjungi wisatawan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan akses menuju kawasan Gunung Bromo dari empat pintu resmi telah ditutup sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB akibat kebakaran.
Namun, penutupan tersebut belum berlaku bagi sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo yang lokasinya masih cukup jauh dari titik api.
"Akses menuju kawasan Gunung Bromo dari empat pintu resmi ditutup sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB karena kebakaran, namun sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo yang berada di sekitar kawasan Bromo masih dalam kondisi aman untuk dikunjungi," katanya di Probolinggo, Minggu.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, beberapa destinasi seperti Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point, dan Terminal Wisata Seruni Point masih berada dalam kondisi aman.
Jarak antara lokasi wisata tersebut dengan titik kebakaran menjadi salah satu alasan pemerintah masih mengizinkan kunjungan wisatawan.
“Untuk beberapa destinasi wisata tersebut kondisi hari ini masih aman dan juga masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan,” katanya.
Meski masih aman, kondisi tersebut dapat berubah apabila kebakaran meluas dan mulai mendekati kawasan wisata. Pemerintah Kabupaten Probolinggo membuka kemungkinan membatasi atau menutup kunjungan apabila situasi dinilai membahayakan wisatawan maupun masyarakat.
"Hari ini masih aman untuk dikunjungi, tetapi apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan," ujarnya.
Baca Juga: Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing
Heri mengatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan kunjungan wisata selama kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih berlangsung.
"Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan terkait aktivitas kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo," katanya.
Area Kebakaran Meluas
Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat luas kawasan yang terdampak kebakaran telah mencapai 520 hektare. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan data sebelumnya yang berada di kisaran 176 hektare.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan perluasan area terdampak terjadi setelah api kembali berkobar di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu (8/8) malam.
"Tercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran," kata Rudijanta di Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu.
Kebakaran kali ini tidak hanya melanda area tebing, tetapi juga merambat hingga savana Gunung Bromo.
Berita Terkait
-
Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing
-
BNPB Kerahkan Dua Helikopter untuk Jinakkan Api di Bromo
-
Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Lintas Generasi dan Genre! Panggung Megah BRI Jazz Gunung Bromo Bertabur Bintang
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware
-
Cushion Glad2Glow Pink dan Silver, Apa Bedanya? Ini Kelebihan Masing-Masing
-
Eks Menhan Mark Esper: Tawaran Damai Iran Konyol, Merasa Lagi di Atas Angin
-
Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?
-
PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa
-
Tak Risih Dijuluki Gubernur Persija, Pramono Optimis Juara Liga 1 Jadi Kado 500 Tahun Jakarta
-
5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!
-
Misteri Sisa Kuota Internet: Mengapa Bisa Hangus dan Siapa yang Paling Diuntungkan?
-
Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein
-
Kinerja SDM Danone Indonesia Lampaui Benchmark Global