News / Nasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 18:01 WIB
Buah melon di Rejo Farm, Sleman, DIY, yang dihias dengan tema pejuang untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (10/8/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Petani di Rejo Farm, Sleman, mendekorasi ratusan buah melon bertema pahlawan untuk memperingati HUT ke-81 RI pada Agustus 2026.
  • Aksi kreatif yang melibatkan sepuluh pekerja tersebut bertujuan menanamkan rasa nasionalisme dan mengenang jasa para leluhur bangsa.
  • Dekorasi unik ini berhasil menarik minat warga sekitar untuk berkunjung, berfoto, serta menikmati wisata petik buah segar.

"Kita bersukacita seperti petani, petani itu kalau saatnya panen itu mereka bahagia. Ini pun sama, kita bahagia panen, bangga panen, dan berbarengan dengan kebanggaan untuk Indonesia merdeka," tuturnya.

Ia menyebut bahwa sosok yang digambarkan pada melon tersebut merupakan figur para pejuang. Namun, keterbatasan properti membuat para petani muda harus mengandalkan kreativitas untuk menerjemahkan sosok tersebut ke dalam bentuk dekorasi melon.

"Ini sosok pejuang yang memang kita kemarin mendekorasikan ini, memproyeksikan dia sebagai pejuang. Dan kemudian karena memang keterbatasan properti, kami mendekornya seperti itu," ungkapnya.

Dekorasi melon yang awalnya dibuat untuk kebutuhan internal justru menarik perhatian warga sekitar. Setelah kabar tentang melon berhias itu menyebar, sejumlah pengunjung datang untuk melihat sekaligus mengabadikan momen.

Pengunjung tidak hanya dapat melihat dan berfoto dengan melon-melon yang dihias. Rejo Farm memang sudah menyiapkan konsep wisata petik buah.

Sehingga pengunjung, termasuk anak-anak, nantinya bisa merasakan langsung pengalaman memanen buah dari greenhouse.

"Banyak antusias dari pengunjung yang setelah tahu melon di Rejo Farm dihias itu mereka pada datang. Mereka datang dan ingin berselfie, berfoto ria sambil menikmati kesegaran melon premium milik kita," ucapnya.

Bagi Edi, pengalaman tersebut bukan hanya soal menikmati buah segar. Aktivitas memetik melon secara langsung juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini.

Rejo Farm sendiri mulai mengembangkan usahanya secara lebih serius sejak 2024, meski proses risetnya telah dilakukan sejak 2012. Konsep yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada satu komoditas, melainkan menghubungkan berbagai aktivitas pertanian dalam satu sistem.

Baca Juga: Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949

Limbah buah dan kotoran hewan, misalnya, dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk yang kemudian digunakan kembali untuk tanaman melon. Sistem tersebut kemudian terhubung dengan pengembangan lele, maggot, dan ayam.

Menanam Nasionalisme, Menanam Kepedulian

Semangat itu pula yang membuat dekorasi melon bertema kemerdekaan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Rejo Farm berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya dengan bentuk yang berbeda.

Ia bilang Rejo Farm akan membuka ruang untuk kunjungan wisata edukasi yang mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sekolah. Harapannya sederhana, anak-anak tidak hanya mengenal makanan sebagai sesuatu yang tersedia di meja makan, tetapi memahami proses panjang di baliknya.

Di tengah perayaan kemerdekaan, melon-melon itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar buah yang siap dipanen.

"Kami ingin menanamkan sejak dini, sejak masih sekolah, teman-teman anak-anak masih sekolah, untuk mengenal dunia pertanian agar nanti ke depan mereka peduli, minimal peduli terkait dunia pertanian," pungkasnya.

Load More