- Petani di Rejo Farm, Sleman, mendekorasi ratusan buah melon bertema pahlawan untuk memperingati HUT ke-81 RI pada Agustus 2026.
- Aksi kreatif yang melibatkan sepuluh pekerja tersebut bertujuan menanamkan rasa nasionalisme dan mengenang jasa para leluhur bangsa.
- Dekorasi unik ini berhasil menarik minat warga sekitar untuk berkunjung, berfoto, serta menikmati wisata petik buah segar.
"Kita bersukacita seperti petani, petani itu kalau saatnya panen itu mereka bahagia. Ini pun sama, kita bahagia panen, bangga panen, dan berbarengan dengan kebanggaan untuk Indonesia merdeka," tuturnya.
Ia menyebut bahwa sosok yang digambarkan pada melon tersebut merupakan figur para pejuang. Namun, keterbatasan properti membuat para petani muda harus mengandalkan kreativitas untuk menerjemahkan sosok tersebut ke dalam bentuk dekorasi melon.
"Ini sosok pejuang yang memang kita kemarin mendekorasikan ini, memproyeksikan dia sebagai pejuang. Dan kemudian karena memang keterbatasan properti, kami mendekornya seperti itu," ungkapnya.
Dekorasi melon yang awalnya dibuat untuk kebutuhan internal justru menarik perhatian warga sekitar. Setelah kabar tentang melon berhias itu menyebar, sejumlah pengunjung datang untuk melihat sekaligus mengabadikan momen.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat dan berfoto dengan melon-melon yang dihias. Rejo Farm memang sudah menyiapkan konsep wisata petik buah.
Sehingga pengunjung, termasuk anak-anak, nantinya bisa merasakan langsung pengalaman memanen buah dari greenhouse.
"Banyak antusias dari pengunjung yang setelah tahu melon di Rejo Farm dihias itu mereka pada datang. Mereka datang dan ingin berselfie, berfoto ria sambil menikmati kesegaran melon premium milik kita," ucapnya.
Bagi Edi, pengalaman tersebut bukan hanya soal menikmati buah segar. Aktivitas memetik melon secara langsung juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini.
Rejo Farm sendiri mulai mengembangkan usahanya secara lebih serius sejak 2024, meski proses risetnya telah dilakukan sejak 2012. Konsep yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada satu komoditas, melainkan menghubungkan berbagai aktivitas pertanian dalam satu sistem.
Baca Juga: Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949
Limbah buah dan kotoran hewan, misalnya, dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk yang kemudian digunakan kembali untuk tanaman melon. Sistem tersebut kemudian terhubung dengan pengembangan lele, maggot, dan ayam.
Menanam Nasionalisme, Menanam Kepedulian
Semangat itu pula yang membuat dekorasi melon bertema kemerdekaan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Rejo Farm berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya dengan bentuk yang berbeda.
Ia bilang Rejo Farm akan membuka ruang untuk kunjungan wisata edukasi yang mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sekolah. Harapannya sederhana, anak-anak tidak hanya mengenal makanan sebagai sesuatu yang tersedia di meja makan, tetapi memahami proses panjang di baliknya.
Di tengah perayaan kemerdekaan, melon-melon itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar buah yang siap dipanen.
"Kami ingin menanamkan sejak dini, sejak masih sekolah, teman-teman anak-anak masih sekolah, untuk mengenal dunia pertanian agar nanti ke depan mereka peduli, minimal peduli terkait dunia pertanian," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Panglima TNI Pastikan HUT RI Aman, Personel Disiapkan di Berbagai Wilayah
-
Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City
-
17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949
-
7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan
-
Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah