News / Nasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 19:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia ke DPR RI pada Senin, 10 Agustus 2026.
  • Penunjukan internal tersebut berhasil meredam spekulasi politik dan langsung direspons positif oleh pasar dengan penguatan nilai tukar rupiah.
  • Pengamat menilai pemerintah harus tetap berhati-hati dalam memilih calon Deputi Gubernur Senior agar tidak memicu respons negatif dari pasar.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI pada Senin (10/8/2026).

Langkah tegas ini sekaligus menghentikan gelombang spekulasi politik yang sempat berembus kencang terkait potensi masuknya figur eksternal untuk memimpin bank sentral.

Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, menilai keputusan menunjuk pimpinan tertinggi BI dari koridor internal merupakan sebagai sinyal krusial bagi kepastian stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya penunjukan calon dari jajaran internal yang paham seluk-beluk moneter merupakan pertaruhan yang sangat menentukan kepercayaan investor.

"Usulan tersebut sudah tepat karena Destry Damayanti merupakan pejabat BI paling senior dan berpengalaman," kata Sri kepada Suara.com, Senin (10/8/2026).

Penunjukan ini secara otomatis meredam isu liar yang sempat menyebutkan bahwa Presiden Prabowo bakal memboyong nama dari luar BI, termasuk Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Rekam jejak panjang Destry sebagai Deputi Gubernur Senior dinilai memberi fondasi kepemimpinan yang solid dan meminimalkan risiko gejolak di tubuh institusi bank sentral.

Dari segi teknis, kata Sri, wawasan Destry di bidang kebijakan moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran dinilai setara dengan pendahulunya, Perry Warjiyo, serta siap bersinergi dengan para deputi gubernur lainnya.

Pengujian paling riil atas keputusan Prabowo ini langsung direspons seketika oleh pasar keuangan, di mana nilai tukar rupiah melonjak tajam hingga berada di level Rp17.755 per dolar AS atau menguat 142 poin (0,79 persen) siang tadi.

Baca Juga: Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Airlangga Blak-blakan di Balik Keputusan Ini?

"Lebih penting calon atau Gubernur BI nantinya harus diterima pasar, investor dan pelaku ekonomi lain," katanya.

Namun, euforia pasar saat ini menyimpan peringatan keras bagi Istana. Sri memberikan catatan kritis bahwa kewenangan Presiden dalam menentukan figur Calon Deputi Gubernur Senior (DGS) BI berikutnya tidak boleh salah langkah.

Jika figur yang disodorkan gagal memikat kepercayaan pelaku pasar, penguatan rupiah yang baru saja terjadi bisa berbalik menjadi pukulan keras.

"Jika Presiden Prabowo mengusulkan nama untuk Calon Deputi Gubernur Senior BI tidak tepat, maka kemungkinan besar pasar akan merespon negatif. Nilai tukar bisa melemah lagi," ujarnya.

Sejauh ini, ia bilang peta pergerakan calon DGS BI dinilai masih berada di jalur yang tepat (on track).

Munculnya nama-nama seperti Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro serta Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam bursa calon kuat menunjukkan konsistensi pemerintah untuk mempertahankan figur karier internal yang mumpuni.

Load More