"Teknologi ini memberi informasi mengenai komposisi spesies di lahan pribadi yang selama ini kurang terdokumentasi, sekaligus menambah detail spasial pada hutan publik," kata Dalponte.
Menurutnya, temuan ini menjadi alat penting bagi dinas kehutanan untuk mengidentifikasi spesies bernilai ekonomi maupun dalam menemukan titik-titik keanekaragaman hayati.
Selain menghasilkan peta yang lebih akurat, penelitian ini juga menyoroti pendekatan pembelajaran mesin bernama soft labels. Berbeda dengan metode pelatihan AI pada umumnya, teknik ini tetap memanfaatkan informasi yang diperoleh dengan memperhitungkan proporsi masing-masing spesies.
Menurut James, pendekatan tersebut memungkinkan AI untuk mendapatkan lebih banyak informasi dari data yang sebelumnya dianggap terlalu rumit untuk digunakan.
James berharap pendekatan ini dapat dikembangkan untuk menghasilkan pemetaan hutan otomatis dalam skala benua, sehingga mendukung pengelolaan hutan, konservasi keanekaragaman hayati, serta pemantauan karbon secara lebih efisien.
Ia sendiri telah menerapkan metode yang sama pada jaringan lebih dari 11.000 lokasi hutan di Amerika Latin.
"Hal ini membuka peluang untuk mengintegrasikan lebih banyak data dan melihat sejauh mana kita dapat mendorong hal ini untuk pemetaan hutan skala benua secara otomatis yang dapat mewakili lebih banyak ciri menariknya," pungkasnya dikutip dalam laman Phys.org, Jumat (31/7).
Penulis: Chairunisa
Baca Juga: El Nino Diprediksi Menguat, Bagaimana BMKG Antisipasi Kekeringan dan Karhutla?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula