Suara.com - Untuk memetakan spesies pohon dari citra satelit selama ini bukan pekerjaan mudah. Kondisi medan yang curam, tutupan awan tebal, hingga kebutuhan komputasi yang besar membuat pemetaan hutan dengan skala luas masih menjadi tantangan.
Namun, saat ini peneliti dari Universitas Cambridge tengah mengembangkan pendekatan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memetakan spesies pohon menjadi lebih akurat dengan mengandalkan komputer. Temuan ini berpotensi dalam meringankan pengeluaran biaya operasional dan memperluas pemantauan hutan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science of Remote Sensing itu memanfaatkan Tessera,sebuah model dasar geospasial untuk mengolah data satelit. Melalui teknologi tersebut, para peneliti berhasil memetakan persebaran 18 spesies pohon dan kelompok spesies di wilayah Trentino, Pegunungan Alpen, Italia.
Seorang peneliti pascadoktoral di Institut Penelitian Konservasi Cambridge sekaligus penulis utama studi ini, James Ball, menjelaskan bahwa pendekatan ini bisa membuka peluang untuk menghasilkan peta hutan berskala benua dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional.
"Tessera menjadi kekuatan yang mendemokratisasi penggunaan data satelit," kata James.
Menurutnya, dengan hadirnya teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai wilayah yang tidak memiliki akses terhadap prasarana komputasi canggih.
"Tim yang tidak memiliki sumber daya komputasi besar tetap dapat menerapkannya untuk inventarisasi dan pemetaan hutan tanpa membutuhkan biaya maupun upaya yang besar," tambahnya.
Selama ini pemetaan spesies pohon dari luar angkasa menjadi tantangan terbesar. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik yang dimiliki setiap pohon sehingga sulit dibedakan hanya dari satu citra satelit.
Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan ini adalah pegunungan seperti di Trentino. Wilayah tersebut memiliki lereng yang curam dan sering tertutup awan. Parahnya adalah penggunaan satelit dengan sensor hiperspektral tidak selalu berhasil mengidentifikasi spesies dengan akurat.
Baca Juga: El Nino Diprediksi Menguat, Bagaimana BMKG Antisipasi Kekeringan dan Karhutla?
Keunggulan dari Tessera adalah teknologi ini mampu menganalisis kumpulan citra satelit selama satu tahun penuh. Model ini akan menangkap perubahan musiman pada tajuk pohon, meliputi masa berbunga, menghasilkan biji, menggugurkan daun, hingga menumbuhkan kembali daun.
Perubahan pola tersebut ditangkap dan diolah menjadi representasi data yang dapat dimanfaatkan AI untuk membedakan spesies pohon.
Hasilnya memperlihatkan pendekatan ini berhasil mencapai tingkat keakuratan sekitar 82 persen. Angka tersebut melampau metode pemetaan hutan tradisional yang memiliki akurasi sekitar 73 hingga 79 persen.
Dalam penelitian yang sama, kemampuan Tessera juga dibandingkan dengan model dasar geospasial lain, yaitu AlphaEarth milik Google. Namun, Tessera dinilai lebih unggul dalam mengidentifikasi spesies pohon langka sekaligus memprediksi proporsi spesies pada setiap unit peta dengan lebih akurat.
Salah satu penulis penelitian sekaligus ahli ekologi hutan dari Fondazione Edmund Much Italia, Michele Dalponte, menjabarkan bahwa pemetaan tersebut mempunyai nilai penting bagi pengelolaan hutan di Trentino.
Sekitar tiga perempat kawasan hutan di wilayah itu merupakan milik publik dan dikelola secara aktif, sedangkan seperempat lainnya milik pribadi sehingga datanya sangat minim dianalisis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci