News / Internasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Ilustrasi Fenomena El Nino (Suara.com/Fery Bangkit)

Artinya, satu fenomena iklim dapat menghasilkan dampak yang berbeda-beda, tergantung kondisi wilayah yang mengalaminya.

PBB minta negara bersiap
Melihat risiko tersebut, Guterres meminta negara-negara mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem.

Langkah pertama adalah memperkuat perlindungan terhadap gelombang panas. Pemerintah di tingkat kota maupun nasional didorong memiliki rencana menghadapi suhu ekstrem, termasuk sistem peringatan dini dan akses yang lebih luas terhadap teknologi pendinginan yang ramah lingkungan.

Kedua, pemerintah perlu menetapkan standar keselamatan kerja ketika suhu udara sangat tinggi.

Langkah ini terutama penting bagi pekerja yang menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Paparan panas ekstrem dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan mereka.

Ketiga, perlindungan terhadap panas ekstrem perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

Menurut Guterres, hal itu dapat dimulai dari desain kota, perumahan, sekolah, hingga rumah sakit. Perlindungan dari panas juga perlu dimasukkan ke dalam kebijakan dan anggaran pemerintah.

Namun, langkah-langkah adaptasi tersebut hanya dapat mengurangi dampak yang sudah terjadi.

Guterres menilai dunia tetap harus mengatasi penyebab utama perubahan iklim, yakni penggunaan bahan bakar fosil.

Baca Juga: Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

Menurut dia, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil jauh lebih penting daripada hanya merespons bencana setelah terjadi.

Pasalnya, gelombang panas, kekeringan, hujan ekstrem, dan berbagai kejadian cuaca lainnya tidak berdiri sendiri. Frekuensi dan intensitasnya semakin berkaitan dengan krisis iklim yang lebih luas.

"Melihat kondisi tersebut, kesimpulannya sudah jelas sendiri. Krisis iklim sudah mencapai puncaknya," kata Guterres.

Ia pun kembali menyerukan tindakan untuk mengurangi pemanasan global.

"Dunia harus berhenti memperburuk krisis," ujarnya.

Penulis: Chairunisa

Load More