- Polisi memeriksa ponsel tersangka pembunuhan Saepullah di Depok untuk menyelidiki kasus mutilasi terhadap Kunaefi pada Rabu (12/8/2026).
- Pemeriksaan awal grup WhatsApp komunitas menunjukkan belum ada indikasi ajakan atau pihak lain yang mendalangi pembunuhan tersebut.
- Petugas menangkap tersangka Saepullah di Pandeglang, Banten, saat hendak melarikan diri setelah membunuh korban yang dikenal lewat media sosial.
Suara.com - Polisi telah memeriksa ponsel milik Saepullah, tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi di Depok, Jawa Barat.
Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendara mengatakan, dari pemeriksaan terhadap grup WhatsApp komunitas sesama jenis yang diikuti Saepullah, belum ditemukan indikasi ajakan untuk menghabisi korban.
“Sejauh ini dari grup-grup WhatsApp, komunitas gay dan percakapan antara teman-teman dan kerabat tersangka di dalam handphonenya,” kata Dimitri kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
“Belum ada indikasi yang mengarah kepada ajakan untuk memutilasi korban dan belum tergambar ada sosok yang menyuruh atau mendalangi aksi pembunuhan tersebut,” sambungnya.
Meski demikian, Dimitri mengatakan polisi masih akan mendalami isi ponsel tersebut. Penyidik juga akan memeriksa perangkat milik tersangka di laboratorium forensik.
“Penyidik sedang melakukan pengecekan terhadap handphone milik tersangka ke laboratorium forensik,” ungkap Dimitri.
Korban dan Tersangka Kenal Lewat Media Sosial
Saepullah merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51).
Keduanya diketahui baru saling mengenal melalui media sosial. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dan tersangka diduga merupakan penyuka sesama jenis.
Baca Juga: Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
Penemuan jasad Kunaefi sempat menyita perhatian karena korban ditemukan dalam kondisi dimutilasi dan dimasukkan ke dalam karung.
Saepullah kemudian ditangkap polisi setelah petugas melakukan penyidikan. Ia diamankan saat hendak melarikan diri ke wilayah Pandeglang, Banten.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci
-
Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor
-
Puluhan Pohon Jati di RPH Sukun Bojonegoro Diduga Dibabat, Perhutani Lapor Polisi
-
Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet
-
Nadiem Makarim Disebut Bukan Penerima Manfaat Ekonomis AKAB dan GoTo
-
Pertamina Lubricants Catat Volume Ekspor 11 Ribu KL ke 16 Negara
-
Negara Kejar Setoran Lewat Pajak Kontrakan, Rakyat Kecil Terancam Menggelandang
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 13 Agustus 2026, Hoki Menghampiri
-
Maut di Ujung Penolakan: Saat Ajakan Rujuk Berujung Penembakan Mantan Istri di Mesuji
-
Pupuk Kompos Desa Les dan Peran Nyoman Nadiana dalam Menjaga Lingkungan