News / Internasional
Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:18 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah video dirinya menari di tengah memanasnya perang dengan Iran viral di media sosial. [Fox 7]
Baca 10 detik
  • Donald Trump berambisi maju Pilpres AS 2028 meski terhalang aturan konstitusi dua periode.
  • Amendemen ke-22 Konstitusi AS membatasi masa jabatan presiden maksimal sebanyak dua periode.
  • Donald Trump mempertimbangkan JD Vance dan Marco Rubio sebagai kandidat pimpinan Partai Republik.

Suara.com - Donald Trump secara terbuka menyatakan hasratnya untuk kembali bertarung pada Pemilu Presiden AS 2028. Keinginan 3 periode tersebut langsung membentur benteng hukum tata negara Negeri Paman Sam.

Langkah Trump mengumandangkan sinyal tiga periode menciptakan preseden politik baru di tengah ketatnya batasan kekuasaan eksekutif. Spekulasi mengenai celah hukum kini menyelimuti peta persaingan panggung politik Amerika.

Wacana ini tidak hanya menguji ketahanan hukum negara, tetapi juga mengocok ulang pemetaan suksesor internal Partai Republik. Beredarnya nama-nama elite kabinet mempertegas persaingan terselubung di lingkaran dalam kekuasaan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028. [Istimewa]

Trump mengakui keberadaan regulasi ketat yang membatasi langkah politiknya untuk menjabat lebih lama. Meski demikian, sang presiden menyiratkan bahwa peluang menuju periode ketiga masih belum sepenuhnya tertutup.

Pernyataan langsung disampaikan Trump saat merespons riuh dukungan pendukungnya dalam sebuah acara. Beliau menegaskan aspirasi para pendukung yang terus mendorongnya maju kembali.

Bagaimana Sikap Trump Terhadap Konstitusi Pembatasan Jabatan?

Trump menyampaikan pandangannya secara terbuka di hadapan awak media pada Selasa (11/8). Beliau mengutip dorongan kuat dari publik sembari menyoroti batasan aturan hukum.

"Anda tahu UU sangat tegas mengenai hal itu. Saya sangat ingin mencalonkan diri, tetapi UU sangat tegas. Semua orang bertanya kepada saya. Bahkan, malam ini mereka berteriak di acara tadi, 2028! Semua orang ingin saya melakukannya (capres 2028), tetapi peraturan sangat tegas," kata Trump kepada para wartawan, Selasa (11/8).

Pemerintah Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pesta demokrasi pemilihan presiden pada tahun 2028 mendatang. Trump mengklaim terdapat mekanisme teknis yang berpotensi meloloskan ambisi politiknya.

Baca Juga: Babak Baru! Donald Trump Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Perang karena Ini

Sistem ketatanegaraan AS secara tegas membatasi kepemimpinan seorang presiden melalui Amendemen ke-22 Konstitusi AS. Aturan tersebut mematok batas maksimal kepemimpinan hanya sebanyak dua periode.

Trump sendiri saat ini sedang memegang tampuk kekuasaan pada masa jabatan keduanya. Situasi ini menempatkan posisinya di ujung batas konstitusional yang berlaku.

Siapa yang Digadang Menjadi Suksesor Partai Republik?

Dinamika suksesor pimpinan Partai Republik mulai mengarah pada figur Wakil Presiden James David Vance. Trump dilaporkan menaruh preferensi lebih tinggi kepada Vance dibandingkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Dukungan politik Trump terhadap Rubio dikabarkan perlahan menyusut seiring berjalannya waktu. Penilaian politik tersebut dipicu oleh efektivitas kinerja para kandidat di lingkaran Istana.

Trump terkesan dengan ketahanan Vance dalam mengawal agenda pemerintahan di tengah tekanan politik yang intens. Sikap konsisten Vance menjadi nilai tambah utama di mata sang presiden.

Load More