- Sutrimo diminta ke Jakarta dan ditunggu dua orang tak dikenal sebelum ditemukan meninggal dunia.
- Keluarga melaporkan kejanggalan kematian ke polisi.
- Polda Metro Jaya menaikkan kasus ke penyidikan dan menunggu hasil ekshumasi.
Tim kemudian mengambil puluhan sampel dari berbagai bagian tubuh, termasuk jaringan, organ dalam, dan swab. Sampel tersebut akan diperiksa melalui histopatologi, toksikologi, dan DNA.
Salah satu pemeriksaan yang menjadi perhatian adalah toksikologi untuk mengetahui kemungkinan adanya racun atau zat tertentu dalam tubuh Sutrimo.
"Pemeriksaan toksikologi yaitu untuk mencari apakah adanya racun dan lain sebagainya, nanti akan dilakukan oleh Puslabfor," jelasnya.
Tim juga menindaklanjuti informasi bahwa Sutrimo sempat mengeluarkan buih dari hidung dan mulut saat ditemukan meninggal. Meski buih sudah tidak terlihat saat ekshumasi, sampel swab tetap diambil untuk pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan
Polda Metro Jaya telah meningkatkan penanganan kasus kematian Sutrimo dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Perkara tersebut ditangani setelah polisi menerima laporan dari Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan ekshumasi dilakukan untuk membantu penyidik mengungkap dugaan peristiwa pidana dalam kasus tersebut.
"Kegiatan ini adalah bagian dari proses penyidikan yang sedang kami laksanakan sehubungan dengan adanya dua laporan polisi yang diterima di Bareskrim Polri dan di Polresta Banyumas," ungkap Iman.
Baca Juga: Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun
Hasil ekshumasi dan autopsi nantinya menjadi salah satu alat bukti dalam penyidikan.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo.
Di sisi lain, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) turut memberikan pendampingan kepada keluarga Sutrimo setelah mereka meminta perlindungan.
Aan mengatakan keluarga berharap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah kematian Sutrimo dapat diungkap secara terang, termasuk soal telepon yang meminta Sutrimo kembali ke Jakarta dan keberadaan dua orang yang disebut akan menemuinya.
Kontributor: Andi Kurniawan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat