- Wakil Menteri Stella Christie menyatakan perkembangan kecerdasan buatan menuntut pasokan energi nasional yang sangat besar di GIK UGM pada Kamis, 13 Agustus 2026.
- Pemerintah Indonesia mempercepat pemetaan potensi sumber daya energi untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi daya dan mencegah terjadinya krisis energi domestik.
- Pemerintah memanfaatkan cadangan mineral strategis nasional guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok infrastruktur kecerdasan buatan global.
Suara.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menyimpan ancaman serius berupa lonjakan konsumsi energi dalam skala masif.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie di GIK UGM, Kamis (13/8/2026).
Stella menuturkan bahwa pemrosesan data berkapasitas raksasa untuk melatih maupun menjalankan Large Language Model (LLM) kini menuntut kesiapan pasokan energi nasional yang sangat besar.
"Estimasinya, energi, bukan data, energi. Energi yang digunakan tahun lalu oleh AI itu hampir sebesar energi yang digunakan oleh negara Rumania, satu negara selama satu tahun. Jadi energinya besar sekali," kata Stella.
Tuntutan daya pemrosesan AI pada data center yang begitu tinggi menempatkan fondasi energi sebagai penentu hidup-matinya ekosistem digital suatu negara.
Jika tidak dibarengi dengan pasokan daya yang stabil dan terukur, ambisi untuk mengadopsi maupun mengembangkan teknologi AI di Indonesia bakal terbentur tembok krisis energi.
"Nah, jadi pertanyaannya, bagaimana dengan Indonesia? Inilah juga kekuatan Indonesia, kita punya energi yang sangat besar," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi ancaman kelangkaan daya akibat konsumsi pemrosesan AI, pemerintah mulai mempercepat pemetaan potensi sumber daya energi di Tanah Air.
"Kita memetakan sumber-sumber energi kita sehingga kita sungguh-sungguh bisa di dalam segala hal termasuk juga untuk mendukung perkembangan AI," ucapnya.
Baca Juga: Aturan Ojol Masih Digodok, Komdigi: Pengantaran Barang dan Penumpang Beda Bisnis
Senada, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan pemerintah sedang menyusun strategi pengembangan AI yang mencakup lima layer.
"Kita coba melihat full stack of AI ini lebih strategis," kata Nezar.
Nezar mengatakan pemerintah saat ini memang lebih fokus memanfaatkan model AI yang sudah tersedia untuk mengembangkan berbagai aplikasi. Namun, strategi tersebut tidak dimaksudkan untuk membuat Indonesia selamanya bergantung pada teknologi dari luar.
Guna memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok infrastruktur AI yang membutuhkan pasokan material pendukung, pemerintah memanfaatkan kepemilikan cadangan mineral strategis (critical minerals).
"Nah, untuk misalnya pembangunan infrastruktur AI, kita mungkin tidak masuk ke dalam posisi yang strategis di dalam global supply chain untuk soal AI infrastruktur tapi kita punya critical minerals yang cukup banyak dan cukup strategis," ujarnya.
Penguasaan hulu energi dan mineral strategis inilah yang diintegrasikan pemerintah dalam penyusunan peta jalan nasional pengembangan AI yang kini tengah digodok untuk menjadi Peraturan Presiden (Perpres).
Tag
Berita Terkait
-
Aturan Ojol Masih Digodok, Komdigi: Pengantaran Barang dan Penumpang Beda Bisnis
-
Huawei Pura 90s Series Segera Masuk Indonesia, Bawa Kamera Telephoto 200MP dan AI Canggih
-
AI Bantu Ilmuwan Petakan Hamparan Alga yang Makin Meluas di Laut Dunia, Bagaimana Caranya?
-
Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'
-
Bagaimana AI Dapat Membantu dalam Memetakan Hutan Dunia?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Isi 10 Dasa Darma Pramuka Lengkap Beserta Maknanya
-
Netizen Indonesia Heboh! Wanita Tua Berkerudung yang Dibawa Rapper Inggris Ini Ternyata Neneknya
-
Usulan Pejabat Makan MBG: Ujian Kesetaraan dan Nyali Pemerintah Terapkan Sila Kelima
-
Maroon 5 Bawa Tur Asia 2027 ke Jakarta, Siap Guncang JIS Februari 2027
-
Menikmati Niten dari Jalan Sawah hingga Rimbun Tabebuya yang Mekar
-
Konsumsi Energi AI Setara Satu Negara, Pemerintah Petakan Sumber Daya
-
Penggeledahan di 5 Kota, KPK Sita Emas 1,3 Kg Terkait Korupsi Pajak Mulyono
-
Merasa Haknya Terpinggirkan, Solidaritas Perempuan Gugat 5 Pasal UU Cipta Kerja
-
Kalcer dan Pajak Murah: Nissan Serena C23 Mobil Keluarga Kabin Luas Seharga Motor 150cc
-
Sejarah Baru! 21 Ponpes Eks-Jamaah Islamiyah Siap Gelar Upacara HUT RI ke-81